Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Ahli Sarankan Strategi Bertahap untuk Investasi Valas

Pelemahan rupiah ke level Rp18.027 per dolar AS memicu diskusi soal strategi investasi valas, dengan fokus pada diversifikasi dan manajemen risiko secara bertahap.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.42 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 128x dibuka
Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Ahli Sarankan Strategi Bertahap untuk Investasi Valas📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp18.027 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10), melemah 0,50 persen atau 89 poin dari posisi sebelumnya. Penguatan dolar AS secara global, arus modal keluar dari aset portofolio domestik, serta kebijakan moneter The Fed menjadi faktor utama penurunan mata uang lokal. Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental ekonomi dan memastikan pasar berjalan secara efisien.

Perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia menilai bahwa level Rp18 ribu merupakan angka psikologis penting. Jika rupiah mampu bertahan tanpa koreksi ekstrem, hal ini bisa menjadi pertanda tekanan pasar mulai terkendali. Namun, penguatan dolar AS, kebijakan bank sentral asing, volatilitas geopolitik, dan aliran modal asing tetap menjadi faktor penekan utama terhadap rupiah dalam jangka pendek.

Dalam kondisi ini, investasi valas dinilai lebih tepat sebagai alat pelindung nilai (hedging) daripada instrumen pencari keuntungan ekstrem. Bagi investor yang memiliki kebutuhan dolar untuk keperluan pendidikan, bisnis, atau investasi luar negeri, penggunaan valas sebagai instrumen diversifikasi tetap relevan. Namun, ditekankan pentingnya tidak menggunakan dana operasional atau kebutuhan jangka pendek untuk spekulasi.

Untuk meminimalkan risiko, ahli menyarankan pendekatan dollar cost averaging—membeli valas secara bertahap dalam waktu tertentu. Pendekatan ini membantu menghindari tekanan akibat fluktuasi harga tinggi saat ini. Rekomendasi pilihan mata uang disesuaikan dengan profil risiko: USD, SGD, dan CHF untuk konservatif; GBP dan JPY untuk moderat; serta pasangan seperti GBP/USD dan USD/JPY untuk investor agresif yang mampu menangani volatilitas tinggi.

Dari sisi jangka waktu, investasi valas lebih optimal jika dilakukan dalam periode menengah hingga panjang, minimal tiga tahun. Jika rupiah terus melemah, potensi keuntungan bisa muncul, namun perlu siap menghadapi risiko kenaikan tajam jika rupiah kembali menguat. Selain valas, alternatif seperti obligasi ritel negara, reksa dana pendapatan tetap, logam mulia, atau bahkan pasar saham (dengan hati-hati) bisa dipertimbangkan sesuai profil risiko masing-masing investor.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya