Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Ahli Sarankan Strategi Bertahap untuk Investasi Valas
Pelemahan rupiah ke level Rp18.027 per dolar AS memicu diskusi soal strategi investasi valas, dengan fokus pada diversifikasi dan manajemen risiko secara bertahap.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.42 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 128x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp18.027 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10), melemah 0,50 persen atau 89 poin dari posisi sebelumnya. Penguatan dolar AS secara global, arus modal keluar dari aset portofolio domestik, serta kebijakan moneter The Fed menjadi faktor utama penurunan mata uang lokal. Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental ekonomi dan memastikan pasar berjalan secara efisien.
Perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia menilai bahwa level Rp18 ribu merupakan angka psikologis penting. Jika rupiah mampu bertahan tanpa koreksi ekstrem, hal ini bisa menjadi pertanda tekanan pasar mulai terkendali. Namun, penguatan dolar AS, kebijakan bank sentral asing, volatilitas geopolitik, dan aliran modal asing tetap menjadi faktor penekan utama terhadap rupiah dalam jangka pendek.
Dalam kondisi ini, investasi valas dinilai lebih tepat sebagai alat pelindung nilai (hedging) daripada instrumen pencari keuntungan ekstrem. Bagi investor yang memiliki kebutuhan dolar untuk keperluan pendidikan, bisnis, atau investasi luar negeri, penggunaan valas sebagai instrumen diversifikasi tetap relevan. Namun, ditekankan pentingnya tidak menggunakan dana operasional atau kebutuhan jangka pendek untuk spekulasi.
Untuk meminimalkan risiko, ahli menyarankan pendekatan dollar cost averaging—membeli valas secara bertahap dalam waktu tertentu. Pendekatan ini membantu menghindari tekanan akibat fluktuasi harga tinggi saat ini. Rekomendasi pilihan mata uang disesuaikan dengan profil risiko: USD, SGD, dan CHF untuk konservatif; GBP dan JPY untuk moderat; serta pasangan seperti GBP/USD dan USD/JPY untuk investor agresif yang mampu menangani volatilitas tinggi.
Dari sisi jangka waktu, investasi valas lebih optimal jika dilakukan dalam periode menengah hingga panjang, minimal tiga tahun. Jika rupiah terus melemah, potensi keuntungan bisa muncul, namun perlu siap menghadapi risiko kenaikan tajam jika rupiah kembali menguat. Selain valas, alternatif seperti obligasi ritel negara, reksa dana pendapatan tetap, logam mulia, atau bahkan pasar saham (dengan hati-hati) bisa dipertimbangkan sesuai profil risiko masing-masing investor.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Transmart gelar diskon besar-besaran untuk sepeda listrik hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit tertentu, berlaku 25 Oktober 2025 di seluruh gerai.
24 Oktober 2026

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Perseroan menyatakan belum ada perubahan pengendalian meski transaksi saham ke Jhonlin Baratama terjadi pada harga seragam Rp2.588 per saham.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Wall Street Picu Pelemahan Bursa Asia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

IHSG Melonjak, Saham BBRI dan AMMN Pimpin Penguatan Pasar
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

