Rupiah Terjebak di Rp18.000 Akibat Tekanan Ganda dari Minyak dan Pangan
Pelemahan rupiah ke level Rp18.069 per dolar AS dipicu kenaikan harga minyak global dan inflasi pangan yang menekan fiskal negara.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.26 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 78x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan signifikan pada akhir pekan, menetap di posisi Rp18.080 per dolar AS setelah melemah 0,11% dari hari sebelumnya. Data JISDOR Bank Indonesia menunjukkan rupiah berada di level Rp18.069/USD, mencerminkan ketegangan di pasar valuta asing. Kondisi ini tidak lepas dari tekanan ganda yang muncul dari dalam negeri, khususnya kenaikan harga minyak mentah internasional yang berada di kisaran USD100 per barel serta lonjakan harga komoditas pangan. Kedua faktor tersebut berdampak langsung terhadap kesehatan fiskal dan stabilitas ekonomi nasional.
Sebagai negara pengimpor bersih minyak, kenaikan harga minyak global secara otomatis meningkatkan beban belanja negara, terutama dalam subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG). Setiap kenaikan harga crude minyak Indonesia (ICP) berdampak langsung pada perluasan defisit anggaran, karena alokasi subsidi harus disesuaikan sesuai asumsi makro APBN. Hal ini menimbulkan dilema fiskal: menjaga harga energi dalam negeri atau menyesuaikannya, yang berpotensi memperparah inflasi dan menekan daya beli masyarakat.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menekankan bahwa pemerintah kini dihadapkan pada pilihan sulit dalam mengelola keseimbangan antara stabilitas harga dan kesehatan APBN. Jika subsidi dipertahankan, defisit anggaran akan melebar; sebaliknya, jika harga energi dinaikkan, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk kebutuhan pokok. Kondisi ini menimbulkan tekanan terhadap ruang fiskal (fiscal space) yang semakin terbatas.
Di sisi lain, kenaikan impor energi menyebabkan lonjakan kebutuhan devisa dolar AS, yang berdampak pada pelemahan rupiah. Tekanan ini semakin memperbesar risiko biaya pembiayaan utang luar negeri, termasuk imbal hasil (yield) dan pembayaran pokok, yang dapat memperparah tekanan pada neraca pembayaran. Pelemahan mata uang juga berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang terdampak langsung oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026

Program Satu Orang Satu Rekening Siap Diluncurkan 2026
Pemerintah menyiapkan regulasi untuk program rekening gratis bagi warga usia 17 tahun ke atas dari desil satu hingga empat, dengan target mulai berjalan November atau Desember 2026.
24 Oktober 2026

Laba ADHI Melonjak 247% di Kuartal III, Didorong Efisiensi Biaya
Perusahaan konstruksi milik negara mencatat kenaikan laba bersih 247% pada kuartal ketiga tahun ini, didorong penurunan biaya operasional dan efisiensi pengelolaan keuangan.
24 Oktober 2026

Fadli Zon Soroti Kekhawatiran Reformasi Bursa Pasca Anjloknya IHSG
Menteri Kebudayaan menegaskan anjloknya IHSG bukan cerminan kondisi ekonomi riil, melainkan tanda perlu reformasi struktural di pasar modal.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

