Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Terkoreksi ke Rp18.046 per Dolar AS pada Penutupan Senin

Nilai tukar rupiah melemah 0,11 persen menjadi Rp18.046 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin, dipengaruhi sentimen risiko dan arus keluar modal asing.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.45 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 80x dibuka
Rupiah Terkoreksi ke Rp18.046 per Dolar AS pada Penutupan Senin📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin (19/10) berada di posisi Rp18.046 per dolar AS, mengalami depresiasi sebesar 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan tekanan terhadap mata uang lokal yang masih terdampak oleh dinamika pasar global, khususnya sentimen penghindaran risiko yang kembali dominan.

Di kawasan Asia, pergerakan nilai tukar mata uang beragam. Beberapa negara seperti Korea Selatan dan Tiongkok mencatatkan penguatan, dengan won Korea Selatan menguat 0,28 persen dan yuan China naik 0,06 persen. Sementara itu, sejumlah mata uang lain mengalami penurunan, termasuk peso Filipina yang terkoreksi 0,15 persen, yen Jepang turun 0,09 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,01 persen.

Pada pasar mata uang maju, dolar Australia dan dolar Kanada menguat masing-masing 0,42 persen dan 0,34 persen terhadap dolar AS. Di sisi lain, euro melemah 0,29 persen, poundsterling Inggris turun 0,08 persen, serta franc Swiss terkoreksi 0,09 persen. Pergerakan ini menunjukkan ketegangan di pasar keuangan global yang berdampak pada pergerakan kurs di seluruh wilayah.

Analis DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah masih didorong oleh dua faktor utama: sentimen risk-off yang meningkat dan arus keluar dana asing dari pasar dalam negeri. Ia menambahkan bahwa dolar AS sendiri menguat karena peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina yang terus menjadi pemicu volatilitas di pasar keuangan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya