Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rusia Dilemahkan di Ukraina, Tidak Mampu Serang NATO Secara Besar-besaran

Menteri Luar Negeri Polandia menegaskan Rusia tak punya kapasitas militer untuk menyerang NATO secara besar-besaran karena seluruh kekuatannya masih terkonsentrasi di Ukraina.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 23.05 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 17x dibuka
Rusia Dilemahkan di Ukraina, Tidak Mampu Serang NATO Secara Besar-besaran📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Polandia mengungkapkan bahwa Rusia kini berada dalam kondisi kritis secara militer, sehingga tidak memiliki kemampuan untuk melancarkan agresi besar-besaran terhadap aliansi NATO. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Radoslaw Sikorski dalam wawancara dengan media publik nasional, menekankan bahwa seluruh sumber daya militer Moskow masih dikerahkan dalam konflik di Ukraina.

Sikorski menyatakan bahwa meskipun ada indikasi adanya rencana besar dari Moskow, kemungkinan pelaksanaannya terbatas karena keterbatasan kapasitas. Ia menegaskan bahwa hanya Presiden Vladimir Putin yang mengetahui rencana tersebut, namun pihaknya tetap mengingatkan seluruh sekutu untuk tidak lengah dan tetap waspada terhadap ancaman yang mungkin muncul.

Menurutnya, Rusia kemungkinan akan memilih strategi provokatif skala kecil yang dirancang untuk memicu perbedaan pendapat di antara negara-negara anggota NATO. Upaya semacam ini bertujuan untuk melemahkan solidaritas aliansi, khususnya dalam menentukan kapan Pasal 5 — yang mengatur pertahanan bersama — harus diberlakukan.

Dalam konteks yang lebih luas, ketegangan di kawasan Eropa Timur terus meningkat seiring eskalasi konflik Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Beberapa waktu terakhir, terjadi peningkatan pelanggaran wilayah udara dan tindakan sabotase yang dilaporkan oleh negara-negara Eropa, yang dikaitkan dengan strategi perang hibrida dari Moskow.

Polandia menekankan pentingnya kesiapan strategis dan koordinasi cepat dalam menghadapi ancaman yang bersifat tidak langsung namun berpotensi memecah belah. Dengan tetap mengacu pada informasi intelijen dari berbagai sumber, Warsawa menilai bahwa Rusia kini lebih fokus mempertahankan posisinya di Ukraina daripada memulai konflik baru dengan NATO.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya