Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rwanda Tumbuh 10,6% Tahun Fiskal 2025/2026, Dorong Ekspansi Pariwisata

Pertumbuhan ekonomi Rwanda mencapai 10,6% pada tahun fiskal 2025/2026, didorong sektor industri, pertanian, dan jasa, sambil memperkuat daya tarik pariwisata alam dan budaya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 23.16 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 120x dibuka
Rwanda Tumbuh 10,6% Tahun Fiskal 2025/2026, Dorong Ekspansi Pariwisata📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perekonomian Rwanda mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 10,6% pada tahun fiskal 2025/2026, menurut data dari National Institute of Statistics of Rwanda (NISR). Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya, mencerminkan efektivitas kebijakan pembangunan yang berfokus pada diversifikasi ekonomi. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi kuat dari sektor industri manufaktur, pertanian berkelanjutan, serta layanan keuangan dan jasa yang terus berkembang. Kinerja ekonomi yang solid ini menjadi fondasi bagi peningkatan investasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah perkembangan ekonomi, Rwanda terus mengembangkan potensi pariwisata yang menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan berkelanjutan. Negara yang dikenal sebagai Land of a Thousand Hills atau Negeri Seribu Bukit menawarkan beragam destinasi menarik yang menggabungkan keindahan alam, keanekaragaman hayati, serta nilai sejarah dan budaya. Dari pegunungan vulkanik hingga sabana luas, setiap kawasan membawa pengalaman unik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Salah satu destinasi utama adalah Volcanoes National Park di wilayah barat laut, yang menjadi rumah bagi gorila gunung terancam punah. Kunjungan ke kawasan ini melibatkan aktivitas trekking dengan panduan resmi, memungkinkan pengunjung mengamati hewan langka dalam habitat aslinya. Selain itu, taman nasional ini juga menjadi tempat tinggal monyet golden monkey dan menawarkan pemandangan alam pegunungan yang spektakuler. Di sisi lain, Akagera National Park di timur menawarkan pengalaman safari di sabana dan danau, dengan keberadaan gajah, singa, badak, serta jerapah yang menjadi daya tarik utama.

Kawasan wisata lainnya meliputi Lake Kivu, danau besar yang berbatasan dengan Republik Demokratik Kongo, dengan pemandangan perbukitan dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Kota Rubavu dan Karongi menjadi pusat aktivitas air seperti kayak dan perahu. Nyungwe National Park, di barat daya, menawarkan canopy walkway sebagai atraksi unik untuk menikmati hutan hujan pegunungan dari ketinggian, serta kesempatan mengamati simpanse dan beragam burung endemik. Sementara itu, King’s Palace Museum di Nyanza menawarkan wawasan mendalam tentang monarki tradisional Rwanda melalui replika rumah raja dan penjelasan budaya masyarakat lokal.

Peningkatan kinerja ekonomi dan pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Rwanda untuk memperkuat daya saing di tingkat regional dan global. Dengan memadukan keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, dan pengalaman wisata berkualitas, negara ini menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya