Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham BUMN Dorong IHSG Tembus Zona Hijau

IHSG ditutup menguat 1,12% ke level 5.387,91 didorong aksi beli besar-besaran terhadap saham BUMN dan masuknya dana investasi dari Badan Pengelola Investasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
Saham BUMN Dorong IHSG Tembus Zona Hijau📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini dengan kenaikan signifikan, berada di posisi 5.387,91, naik 59,54 poin atau 1,12% dari penutupan sebelumnya. Pergerakan awal sempat menunjukkan tekanan merah, dengan IHSG dibuka di level 5.247,98 dan sempat terkoreksi hingga dua persen. Namun, seiring waktu, indeks berbalik arah dan mampu menyentuh level tertinggi harian di 5.422,59 sebelum akhirnya menutup di zona positif. Aktivitas pasar tercatat tinggi, dengan volume transaksi mencapai 331,29 juta lot dan nilai transaksi mencapai Rp15,31 triliun.

Penguatan indeks didorong dominan oleh kenaikan saham-saham perusahaan milik negara, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Telkom Indonesia (TLKM), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Aneka Tambang (ANTM). Beberapa emiten ini telah menyiapkan program pembelian kembali saham (buyback) dengan alokasi dana besar, yang memberi sinyal kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan. Misalnya, Bank Mandiri mengalokasikan dana Rp1,17 triliun untuk buyback hingga 29 April 2027, sementara Bank Negara Indonesia menargetkan pembelian senilai Rp627 miliar pada periode 27 Juli hingga 26 Oktober 2026.

Telkom Indonesia juga telah menyetujui program buyback hingga Rp4 triliun dalam jangka waktu 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Hingga 19 Oktober 2026, sisa anggaran yang belum dieksekusi masih lebih dari Rp3 triliun, menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap nilai pasar. Di sisi lain, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia telah memulai aktivitas akuisisi saham di pasar modal, khususnya saham BUMN, dalam respons terhadap tekanan pasar yang sempat terjadi.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa keputusan pembelian dilakukan secara strategis, berdasarkan valuasi menarik dan fundamental perusahaan yang kuat. Ia menegaskan bahwa kebijakan investasi tidak dilakukan melalui pemilihan saham secara selektif (stock picking), melainkan bermitra dengan pihak profesional yang melakukan due diligence mendalam. Menurutnya, potensi imbal hasil yang seimbang dengan risiko menjadi pertimbangan utama dalam penempatan dana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya