Saham BUMN Dorong IHSG Tembus Zona Hijau
IHSG ditutup menguat 1,12% ke level 5.387,91 didorong aksi beli besar-besaran terhadap saham BUMN dan masuknya dana investasi dari Badan Pengelola Investasi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini dengan kenaikan signifikan, berada di posisi 5.387,91, naik 59,54 poin atau 1,12% dari penutupan sebelumnya. Pergerakan awal sempat menunjukkan tekanan merah, dengan IHSG dibuka di level 5.247,98 dan sempat terkoreksi hingga dua persen. Namun, seiring waktu, indeks berbalik arah dan mampu menyentuh level tertinggi harian di 5.422,59 sebelum akhirnya menutup di zona positif. Aktivitas pasar tercatat tinggi, dengan volume transaksi mencapai 331,29 juta lot dan nilai transaksi mencapai Rp15,31 triliun.
Penguatan indeks didorong dominan oleh kenaikan saham-saham perusahaan milik negara, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Telkom Indonesia (TLKM), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Aneka Tambang (ANTM). Beberapa emiten ini telah menyiapkan program pembelian kembali saham (buyback) dengan alokasi dana besar, yang memberi sinyal kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan. Misalnya, Bank Mandiri mengalokasikan dana Rp1,17 triliun untuk buyback hingga 29 April 2027, sementara Bank Negara Indonesia menargetkan pembelian senilai Rp627 miliar pada periode 27 Juli hingga 26 Oktober 2026.
Telkom Indonesia juga telah menyetujui program buyback hingga Rp4 triliun dalam jangka waktu 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Hingga 19 Oktober 2026, sisa anggaran yang belum dieksekusi masih lebih dari Rp3 triliun, menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap nilai pasar. Di sisi lain, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia telah memulai aktivitas akuisisi saham di pasar modal, khususnya saham BUMN, dalam respons terhadap tekanan pasar yang sempat terjadi.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa keputusan pembelian dilakukan secara strategis, berdasarkan valuasi menarik dan fundamental perusahaan yang kuat. Ia menegaskan bahwa kebijakan investasi tidak dilakukan melalui pemilihan saham secara selektif (stock picking), melainkan bermitra dengan pihak profesional yang melakukan due diligence mendalam. Menurutnya, potensi imbal hasil yang seimbang dengan risiko menjadi pertimbangan utama dalam penempatan dana.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

