Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham BUMN Melonjak, Dipimpin oleh Pembelian Strategis

Sebanyak 20 saham BUMN menguat tajam di penutupan perdagangan Selasa, didorong oleh sentimen positif dari pembelian besar-besaran oleh institusi strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 51x dibuka
Saham BUMN Melonjak, Dipimpin oleh Pembelian Strategis📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar modal hari ini menunjukkan pergerakan kuat, dengan seluruh saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diperdagangkan berakhir di zona positif. Tidak satu pun dari 20 saham BUMN aktif mengalami penurunan, mencatat kenaikan rata-rata signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melonjak 5,65% ke level 5.278,89, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang naik 8,8% dan keuangan dengan kenaikan 6,4%.

Kenaikan paling tinggi diraih oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan kenaikan 19,28% ke Rp990 per saham. PT Telkom Indonesia (TLKM) menyusul dengan kenaikan 16,38% ke Rp2.060, disusul PT Wijaya Karya Beton (WTON) yang melonjak 11,86% ke Rp66. Di sektor energi dan tambang, PT Timah (TINS), PT Elnusa (ELSA), dan PT Aneka Tambang (ANTM) masing-masing menguat 10,65%, 10,53%, dan 10,48%. Saham Garuda Indonesia (GIAA) juga melonjak 10% ke Rp44.

Di sektor perbankan, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi yang paling aktif dengan kenaikan 9,84% ke Rp2.790 dan nilai transaksi mencapai Rp1,87 triliun. Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) masing-masing naik 9,82% dan 8,78%, dengan nilai transaksi besar. Bank Tabungan Negara (BBTN) naik 5,88% ke Rp900, sejalan dengan pengumuman manajemen yang sedang meninjau kemungkinan buyback. Secara keseluruhan, nilai transaksi saham BUMN mencapai Rp6,34 triliun, dengan tiga emiten utama menyumbang hampir Rp4,6 triliun.

Penguatan ini didorong oleh kesiapan institusi strategis, khususnya Danantara, yang menyatakan kesiapan untuk memperbesar kepemilikan saham di BUMN berfundamental kuat. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kehadiran pembeli besar seperti mereka memberi keyakinan pasar terhadap potensi pemulihan harga saham pelat merah yang terdiskon. CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menilai valuasi saham BUMN kini sangat menarik, terutama di sektor perbankan yang memiliki rasio PBV di bawah satu kali.

Meski begitu, pelaku pasar diminta tetap waspada terhadap keberlanjutan tren ini. Reklasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI masih berlangsung hingga April 2027, dengan keputusan akhir ditargetkan pada 30 Juni 2027. Di sisi regulasi, BEI meluncurkan dua kebijakan baru: melengkapi publikasi kepemilikan saham di atas 1% dengan informasi afiliasi, serta mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan IHSG. Presiden juga meminta OJK menegakkan aturan terhadap praktik coordinated trading yang mengganggu keadilan pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya