Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham BUMN Melonjak, IHSG Capai Level Tertinggi Harian

Sebanyak 19 saham BUMN menguat signifikan, mendorong IHSG naik 1,12% ke posisi 5.387,91, didorong aksi beli besar dan program buyback yang menguat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
Saham BUMN Melonjak, IHSG Capai Level Tertinggi Harian📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pergerakan pasar modal hari ini menunjukkan dominasi positif dari saham-saham perusahaan milik negara, dengan mayoritas emiten BUMN mencatat kenaikan tajam pada penutupan perdagangan. Sebanyak 19 emiten pelat merah berhasil menutup sesi di zona hijau, mencerminkan optimisme investor terhadap kinerja dan prospek jangka panjang perusahaan negara. Kenaikan terjadi di berbagai sektor, termasuk perbankan, telekomunikasi, energi, konstruksi, dan pertambangan, yang secara kolektif mampu mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 5.387,91.

IHSG sempat dibuka merah di 5.247,98 dan turun hingga 2% pada awal sesi, namun kemudian berbalik arah secara bertahap. Tekanan awal berubah menjadi penguatan signifikan, dengan IHSG menyentuh level tertinggi harian pada 5.422,59 sebelum menyelesaikan perdagangan dalam posisi positif. Volume perdagangan mencapai 331,29 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp15,31 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi.

Penguatan tertinggi dicatat oleh PT PP Properti Tbk. (PPRO) dengan kenaikan 7,14% ke Rp15 per saham, disusul PT Jasa Marga (JSMR) yang naik 5,11% ke Rp2.470. Emiten perbankan seperti PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) masing-masing menguat 4,05% dan 4,92%, sementara PT Telkom Indonesia (TLKM) dan PT Aneka Tambang (ANTM) juga menunjukkan kenaikan di atas 3%. Beberapa emiten lain seperti PT Semen Indonesia (SMGR), PT Krakatau Steel (KRAS), dan PT Garuda Indonesia (GIAA) turut mencatat kenaikan di atas 2%.

Aksi beli besar-besaran serta program pembelian kembali saham (buyback) menjadi pendorong utama kenaikan tersebut. PT Bank Mandiri mengalokasikan dana Rp1,17 triliun untuk buyback hingga April 2027, sementara PT Bank Negara Indonesia (BBNI) menyiapkan dana Rp627 miliar dalam periode Juli hingga Oktober 2026. PT Telkom Indonesia (TLKM) juga melanjutkan program buyback senilai maksimal Rp4 triliun yang disetujui dalam RUPST, dengan sisa alokasi masih lebih dari Rp3 triliun per 19 Oktober 2026.

Sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mulai masuk ke pasar saham Indonesia di tengah tekanan terhadap IHSG. Chief Investment Officer Pandu Sjahrir menyatakan bahwa saat ini merupakan peluang bagi investor institusi untuk memperkuat posisi di saham BUMN yang dinilai memiliki fundamental kuat, valuasi menarik, dan prospek pertumbuhan yang solid. Investasi dilakukan secara kolektif melalui mitra profesional, dengan proses due diligence ketat, tanpa melakukan pemilihan saham secara selektif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya