Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Samsung Pertimbangkan Pemangkasan Produksi Ponsel Akibat Kenaikan Biaya Komponen

Samsung mempertimbangkan pemangkasan produksi ponsel pintar hingga 30 persen pada kuartal keempat 2026 karena lonjakan harga komponen, terutama RAM dan memori, yang mengancam profitabilitas divisi perangkat mobile.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Samsung Pertimbangkan Pemangkasan Produksi Ponsel Akibat Kenaikan Biaya Komponen📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Produsen elektronik asal Korea Selatan, Samsung, sedang mengevaluasi kemungkinan memangkas produksi ponsel pintar hingga 30 persen pada kuartal keempat tahun 2026. Keputusan ini muncul sebagai respons terhadap kenaikan drastis biaya komponen utama, terutama modul RAM LPDDR5X 12GB yang kini dibanderol hingga 145 dolar AS per unit—naik 175 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski permintaan pasar terhadap produk Samsung tetap tinggi, lonjakan biaya ini membuat margin keuntungan divisi ponsel semakin menipis.

Peningkatan harga komponen tidak hanya berdampak pada perangkat flagship, tetapi juga merambat ke lini mid-range dan entry-level. Bahkan, dua seri baru—Galaxy S26 dan Galaxy Z8—telah mengalami kenaikan harga secara bertahap, dengan kenaikan total hingga 100 dolar AS dalam waktu singkat. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa beban biaya akan terus menghantui konsumen, terutama jika tren harga komponen tetap naik. Proyeksi untuk kuartal ketiga 2026 menunjukkan harga memori bisa melonjak hingga 180 dolar AS per chip, menambah tekanan pada strategi produksi Samsung.

Dengan target produksi awal sebesar 270 juta unit di tahun 2026, pemangkasan produksi dapat menurunkan angka tersebut menjadi sekitar 200 juta unit. Langkah ini belum diputuskan secara resmi, tetapi menjadi proyeksi yang muncul dari kondisi ekonomi perangkat keras global yang tidak kondusif bagi bisnis ponsel. Di tengah tantangan tersebut, Samsung tetap mempertahankan daya saing dalam sektor lain, khususnya di divisi semikonduktor.

Divisi DS, yang mengelola produksi chip memori dan semikonduktor, justru mencatatkan kinerja luar biasa. Pada kuartal pertama 2026, laba operasionalnya mencapai 53,7 triliun won Korea, lalu melonjak menjadi 89,2 triliun won Korea di kuartal kedua—angka yang melampaui NVIDIA dan menjadikan Samsung sebagai perusahaan teknologi paling menguntungkan pada periode tersebut. Proyeksi kuartal ketiga menunjukkan laba operasional divisi ini diperkirakan melampaui 100 triliun won Korea, menjadi penopang utama profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya