Santri Jadi Pelopor Teknologi Berbasis Akhlak
Pendidikan pesantren di Jawa Timur mulai mengintegrasikan AI dan robotika, menunjukkan bahwa tradisi keilmuan dan inovasi teknologi bisa berjalan beriringan dengan prinsip akhlak dan kepedulian sosial.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.17 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 87x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Di lingkungan pesantren yang dikenal dengan kekayaan ilmu agama, kini muncul generasi muda yang tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga mampu merancang sistem pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan dan memproduksi objek tiga dimensi. Pada pertengahan Oktober 2026, kunjungan langsung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pondok Pesantren Darullughah Waddawa'ah di Pasuruan menjadi momentum penting, menyoroti transformasi pendidikan yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan kemajuan teknologi. Para santri memperagakan aplikasi yang mereka kembangkan sendiri, menunjukkan bahwa kemampuan teknis bisa tumbuh dari lingkungan yang biasa dianggap konservatif.
Pengembangan ini bukan sekadar proyek sementara, melainkan bagian dari upaya strategis memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan pesantren. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut, menekankan bahwa kemajuan iptek harus dibarengi dengan pembinaan akhlak dan kepedulian terhadap masyarakat. Di Pacitan, program serupa telah dilaksanakan sejak April 2026, melibatkan 30 santri dan santriwati tingkat MA dalam pelatihan robotika yang berbasis pemikiran komputasional, menunjukkan bahwa tren ini mulai menyebar di berbagai wilayah.
Kunci keberhasilan bukan terletak pada peralatan canggih atau kunjungan pejabat, melainkan pada kemampuan santri memahami permasalahan nyata, merancang solusi secara kreatif, menguji ide secara sistematis, dan menghasilkan karya yang bernilai bagi lingkungan sekitar. Proses ini menunjukkan bahwa teknologi bukan ancaman terhadap tradisi, melainkan alat yang dapat dikelola dengan bijak untuk memperkuat nilai-nilai luhur.
Pendidikan yang berbasis integrasi antara agama, kreativitas, dan inovasi teknologi menjadi fondasi bagi masa depan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pesantren tidak lagi diposisikan sebagai entitas terpisah dari perkembangan zaman, melainkan sebagai mitra aktif dalam membangun masyarakat yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026

Microsoft Perkenalkan Layanan Berlangganan Waktu Bermain Xbox Cloud
Microsoft meluncurkan Xbox Cloud Playtime, layanan streaming game berbasis pembelian durasi waktu tanpa wajib langganan Game Pass, mulai November 2026.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

