Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sarjana Pilih Jadi ART di Taiwan, Gaji Rp10 Juta Bulanan

Lulusan ekonomi asal Jawa Timur memilih bekerja sebagai asisten rumah tangga di Taiwan dengan pendapatan Rp10 juta per bulan, berhasil lunasi utang keluarga dalam waktu satu tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.27 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
Sarjana Pilih Jadi ART di Taiwan, Gaji Rp10 Juta Bulanan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang lulusan Sarjana Ekonomi Pembangunan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah Ponorogo memutuskan berkarier sebagai asisten rumah tangga (ART) di Taiwan meski memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Pria berusia 31 tahun ini, yang akrab dipanggil Maha, memilih jalan tersebut setelah merasa tidak mampu menabung dari gaji UMR saat bekerja di Perhutani Jember, dengan beban utang keluarga dan biaya hidup yang terus membengkak.

Keputusan untuk bekerja di luar negeri muncul dari keinginan untuk menghindari biaya sewa tempat tinggal dan mencari peluang finansial yang lebih stabil. Ia memilih Taiwan setelah mempertimbangkan pengalaman keluarganya yang sebelumnya bekerja sebagai pekerja migran. Proses seleksi dan persiapan keberangkatan memakan waktu sekitar lima bulan, sebelum akhirnya ia mulai bekerja dengan jadwal kerja dari pukul 05.30 hingga 20.30 setiap hari.

Tugas harian Maha mencakup memasak tiga kali sehari, membersihkan rumah empat lantai, mencuci pakaian secara manual dan mesin, serta berbelanja ke pasar. Ia juga membantu menjaga bayi saat cucu majikan berkunjung. Meski kondisi kerja melelahkan—bahkan pernah tertidur di kamar mandi—ia mendapatkan fasilitas tempat tinggal pribadi dan kebebasan menjalankan ibadah, termasuk salat dan puasa.

Dengan penghasilan sekitar Rp10 juta per bulan, Maha berhasil melunasi semua utang keluarga dalam tahun pertama bekerja. Ia menyebut pengalaman ini menjadi transformasi besar bagi mental dan adaptasi dirinya terhadap budaya serta bahasa asing. Ia menegaskan bahwa pendidikannya tidak sia-sia, karena membekali kemampuan komunikasi, manajemen emosi, dan interaksi sosial yang tetap berguna di tempat kerja baru.

Cerita Maha yang tersebar melalui platform digital memicu respons dari sejumlah pengguna yang mengaku memiliki latar belakang pendidikan serupa namun memilih profesi serupa di negara lain, seperti Hong Kong dan Singapura. Mereka menyampaikan bahwa bekerja sebagai ART di luar negeri justru memberi kesempatan finansial dan kemandirian yang sulit diraih di tanah air.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Netanyahu Hadapi Badai Diplomatik di PBB
Internasional

Netanyahu Hadapi Badai Diplomatik di PBB

Perdana menteri Israel menggelar pidato di PBB dengan menyerang wali kota New York yang menuduhnya sebagai pelaku genosida, sementara kritik terhadap kebijakan perang Gaza makin menguat menjelang pemilu.

24 September 2026

Berita Lainnya