Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saudi Rancang Operasi Militer Besar Hadapi Houthi di Yaman

Arab Saudi mempersiapkan operasi militer terhadap kelompok Houthi di Yaman, dengan fokus merebut kembali wilayah strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 8x dibuka
Saudi Rancang Operasi Militer Besar Hadapi Houthi di Yaman📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Arab Saudi kini sedang mematangkan rencana operasi militer skala besar untuk menghadapi kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dan didukung Iran. Langkah ini merupakan respons terhadap eskalasi serangan rudal dan drone yang menyasar infrastruktur minyak serta kapal di wilayah kerajaan, sekaligus menanggapi penguasaan Houthi atas Selat Bab el-Mandeb—jalur vital bagi lalu lintas maritim global. Rencana tersebut diklaim telah disiapkan dalam beberapa pekan terakhir dan akan melibatkan pasukan Yaman yang dipimpin secara langsung oleh Riyadh, didukung serangan udara dan intelijen dari sekutu regional dan Barat.

Dalam skenario yang dipertimbangkan, Saudi mempertimbangkan dua pendekatan utama: serangan terbatas terfokus pada wilayah pesisir di sekitar Bab el-Mandeb, atau operasi koordinasi menyeluruh melibatkan sejumlah front strategis seperti Al-Bayda, Marib, Taiz, dan Al-Jawf. Jika opsi skala besar dipilih, diperkirakan lebih dari 100.000 pasukan Yaman akan dikerahkan. Tujuan utamanya bukan hanya merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, tetapi juga memulihkan keamanan jalur pelayaran di Laut Merah yang kini menjadi alternatif penting setelah Selat Hormuz terganggu akibat konflik Iran.

Dukungan militer dan intelijen dari Amerika Serikat, Turki, Pakistan, serta Prancis telah diberikan, meski tanpa keterlibatan langsung dalam pertempuran. AS menyediakan data target dan penasihat militer, sementara Pakistan mengirim peralatan pertahanan udara, drone, dan sekitar 30.000 hingga 40.000 tentara untuk menjaga perbatasan Saudi. Prancis juga mengirim sistem pertahanan dan pasukan ke Yanbu, kota pelabuhan penting di Laut Merah. Namun, keberadaan pasukan Pakistan di Yaman tetap terbatas pada dukungan logistik dan pertahanan, belum termasuk operasi tempur.

Pejabat regional dan diplomat Barat menegaskan bahwa Riyadh telah kehilangan kepercayaan terhadap prospek negosiasi damai selama Houthi masih menguasai Bab el-Mandeb, yang memberikan pengaruh besar terhadap perdagangan internasional. Michael Ratney, mantan duta besar AS untuk Saudi, memperkirakan operasi nanti akan bersifat terfokus dan lebih terbatas dibandingkan operasi besar pada 2015, dengan tujuan utama mengembalikan stabilitas maritim tanpa melibatkan konflik berkepanjangan. Meski demikian, peluncuran serangan tetap belum dipastikan kapan tepatnya, dengan perkiraan berkisar antara satu pekan ke depan hingga setelah pemilu sela AS pada November.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya