Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saudi Sebut Iran Dorong Houthi Serang Riyadh

Arab Saudi menyalahkan Iran atas eskalasi serangan Houthi ke Riyadh, termasuk serangan mematikan di bandara internasional yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 128x dibuka
Saudi Sebut Iran Dorong Houthi Serang Riyadh📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Arab Saudi secara tegas menuding Iran menjadi aktor utama di balik serangan berulang yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap wilayah Riyadh. Wakil Menteri Diplomasi Publik Saudi, Rayed Krimly, menyatakan bahwa dukungan militer dan pelatihan dari Iran terus mengalir ke Houthi, memperkuat kapasitas serangan mereka. Menurutnya, aksi tersebut melanggar secara eksplisit resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang penyediaan senjata kepada kelompok bersenjata di Yaman.

Serangan terbaru pada akhir pekan lalu terhadap Bandara Internasional King Khalid Riyadh disebut sebagai yang paling mematikan dalam lebih dari satu dekade terakhir. Dalam insiden tersebut, 13 nyawa melayang dan lebih dari 300 lainnya mengalami luka-luka, termasuk jemaah umrah dan warga negara asing. Krimly menegaskan bahwa semua serangan Houthi yang terjadi dalam masa terakhir merupakan bagian dari pola strategis yang didukung oleh Iran, bukan tindakan independen.

Saudi telah berupaya mencari jalan diplomasi untuk menekan eskalasi, termasuk mengusulkan pertemuan di Muscat, Oman, sebagai tempat netral. Namun, pihak Houthi menolak tawaran tersebut, menutup ruang komunikasi langsung yang sempat dibuka sebelumnya. Krimly menyebut bahwa pertemuan itu menjadi komunikasi terakhir yang berhasil dilakukan dalam beberapa minggu terakhir, menandai kegagalan upaya perdamaian yang telah diusulkan secara formal.

Konflik antara Arab Saudi dan Houthi sejatinya bermula sejak 2015, ketika Riyadh memimpin koalisi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang sah dalam perang saudara. Meskipun terjadi gencatan senjata pada 2022 berkat peran PBB, tensi kembali memburuk setelah insiden di Bandara Sanaa pada 13 Juli lalu. Kini, eskalasi terbaru menunjukkan kembali keberlanjutan perlawanan yang dipicu oleh aliran dukungan asing, khususnya dari Iran.

Tujuan utama pernyataan Saudi adalah menekankan keterkaitan antara keberhasilan operasi militer Houthi dan dukungan eksternal yang tidak diizinkan secara internasional. Dengan menyoroti peran Iran, Saudi berharap mendorong komunitas internasional untuk lebih tegas dalam menekan aliran senjata dan pelatihan ke kelompok yang terlibat dalam konflik regional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya