Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sawah Rejang Lebong Jadi Ujicoba Teknologi Tanam Modern

Desa Kampung Baru di Rejang Lebong menjadi lokasi uji coba metode tanam padi modern yang mampu tingkatkan produktivitas hingga dua kali lipat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.16 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 35x dibuka
Sawah Rejang Lebong Jadi Ujicoba Teknologi Tanam Modern📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Lahan persawahan di Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, kini menjadi pusat percontohan penerapan metode tanam padi berbasis teknologi modern. Proyek ini diluncurkan sebagai bagian dari upaya nasional untuk memperkuat ketahanan pangan melalui penerapan sistem pertanian maju di tingkat petani. Penanaman serentak tahap kedua ini dilakukan setelah uji coba swadaya pada lahan seluas dua hektare, yang menunjukkan potensi hasil tinggi dan efisiensi dalam proses budidaya.

Metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) menawarkan peningkatan produktivitas signifikan, dari rata-rata 4–5 ton per hektare menjadi 8–10 ton per hektare per musim tanam. Keunggulan utama sistem ini terletak pada peningkatan kepadatan tanaman hingga dua kali lipat dibanding metode jajar legowo konvensional, sehingga satu kali tanam mampu menghasilkan hasil setara dua panen tradisional. Selain hasil yang lebih tinggi, metode ini juga mengurangi waktu dan biaya produksi, serta mendukung peningkatan indeks pertanaman hingga tiga kali dalam setahun tergantung ketersediaan air.

Program PM-AAS di Rejang Lebong ditargetkan menjangkau 883 hektare lahan sawah, dengan Desa Kampung Baru dipilih karena ketersediaan lahan yang luas dan potensi tinggi untuk menjadi teladan bagi kelompok tani lainnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Kementerian Pertanian dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional pasca-keberhasilan capaian swasembada beras pada tahun 2025. Penerapan secara berkala sejak April 2026 diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi tanpa mengorbankan kualitas dan keberlanjutan lingkungan.

Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong turut berperan aktif dalam pendampingan teknis dan distribusi sarana produksi. Penyuluh pertanian ditempatkan untuk memastikan kelompok tani mampu mengoptimalkan bantuan berupa benih unggul, pupuk, pestisida, serta alat mesin pertanian dari pemerintah pusat. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, R. Ade Fitriyeni, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung transformasi pertanian dengan dukungan infrastruktur dan pelatihan. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan pangan lokal dan turut mendukung target nasional dalam jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya