Sawah Rejang Lebong Jadi Ujicoba Teknologi Tanam Modern
Desa Kampung Baru di Rejang Lebong menjadi lokasi uji coba metode tanam padi modern yang mampu tingkatkan produktivitas hingga dua kali lipat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.16 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 35x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Lahan persawahan di Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, kini menjadi pusat percontohan penerapan metode tanam padi berbasis teknologi modern. Proyek ini diluncurkan sebagai bagian dari upaya nasional untuk memperkuat ketahanan pangan melalui penerapan sistem pertanian maju di tingkat petani. Penanaman serentak tahap kedua ini dilakukan setelah uji coba swadaya pada lahan seluas dua hektare, yang menunjukkan potensi hasil tinggi dan efisiensi dalam proses budidaya.
Metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) menawarkan peningkatan produktivitas signifikan, dari rata-rata 4–5 ton per hektare menjadi 8–10 ton per hektare per musim tanam. Keunggulan utama sistem ini terletak pada peningkatan kepadatan tanaman hingga dua kali lipat dibanding metode jajar legowo konvensional, sehingga satu kali tanam mampu menghasilkan hasil setara dua panen tradisional. Selain hasil yang lebih tinggi, metode ini juga mengurangi waktu dan biaya produksi, serta mendukung peningkatan indeks pertanaman hingga tiga kali dalam setahun tergantung ketersediaan air.
Program PM-AAS di Rejang Lebong ditargetkan menjangkau 883 hektare lahan sawah, dengan Desa Kampung Baru dipilih karena ketersediaan lahan yang luas dan potensi tinggi untuk menjadi teladan bagi kelompok tani lainnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Kementerian Pertanian dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional pasca-keberhasilan capaian swasembada beras pada tahun 2025. Penerapan secara berkala sejak April 2026 diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi tanpa mengorbankan kualitas dan keberlanjutan lingkungan.
Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong turut berperan aktif dalam pendampingan teknis dan distribusi sarana produksi. Penyuluh pertanian ditempatkan untuk memastikan kelompok tani mampu mengoptimalkan bantuan berupa benih unggul, pupuk, pestisida, serta alat mesin pertanian dari pemerintah pusat. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, R. Ade Fitriyeni, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung transformasi pertanian dengan dukungan infrastruktur dan pelatihan. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan pangan lokal dan turut mendukung target nasional dalam jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026

Microsoft Perkenalkan Layanan Berlangganan Waktu Bermain Xbox Cloud
Microsoft meluncurkan Xbox Cloud Playtime, layanan streaming game berbasis pembelian durasi waktu tanpa wajib langganan Game Pass, mulai November 2026.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

