Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sekolah di Malaysia Ditutup Akibat Kabut Asap dari Karhutla Indonesia

Pemerintah Malaysia menutup sekolah di sejumlah wilayah karena kualitas udara memburuk akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia, dengan 37 daerah mencatat indeks tidak sehat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
Sekolah di Malaysia Ditutup Akibat Kabut Asap dari Karhutla Indonesia📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kabut asap tebal yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia menyebabkan kualitas udara di berbagai kawasan Malaysia memburuk secara signifikan. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, otoritas pendidikan negara mengambil kebijakan penutupan sementara sekolah di sejumlah wilayah, termasuk Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, serta ibu kota Kuala Lumpur dan Putrajaya. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek melalui media sosial pada malam hari sebelumnya, menekankan perlindungan terhadap kesehatan siswa.

Pemerintah Malaysia menilai kondisi udara telah mencapai kategori tidak sehat, dengan indeks pencemar udara (API) berada pada angka 101 hingga 200, yang berpotensi membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Data resmi dari pagi hari Jumat menunjukkan bahwa sebanyak 37 wilayah mengalami tingkat pencemaran yang tidak sehat, melebihi ambang batas yang dianggap aman untuk aktivitas luar ruangan.

Upaya penutupan sekolah diambil sebagai langkah pencegahan mendesak guna menghindari paparan jangka panjang terhadap partikel halus yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Kebijakan ini diterapkan secara koordinasi di berbagai provinsi dan wilayah administratif, menunjukkan kerja sama lintas daerah dalam menangani dampak lingkungan lintas batas.

Sementara itu, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menekan jumlah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa provinsi, terutama di wilayah kering yang rentan terhadap kebakaran musiman. Asap dari kebakaran tersebut berdampak langsung pada wilayah tetangga, menunjukkan kebutuhan kooperasi regional dalam mitigasi bencana lingkungan yang melibatkan kerja sama lintas negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya