Serangan di Gereja Saat Pemakaman Tewaskan Tujuh Orang
Penembakan saat upacara pemakaman di gereja di Yordania menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan lainnya, menimbulkan kericuhan di komunitas Kristen lokal.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 9x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Peristiwa penembakan mengerikan terjadi di halaman Gereja Ortodoks Yunani di desa Hammoud, provinsi Karak, Yordania, pada Jumat (23/10/2026), saat upacara pemakaman sedang berlangsung. Serangan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal menyebabkan tujuh korban tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka parah. Lokasi kejadian langsung dipadati warga dan pasukan keamanan dalam menanggapi kejadian tersebut.
Korban tewas dan luka terdiri dari warga sipil yang hadir dalam prosesi pemakaman, termasuk anggota keluarga dan kerabat almarhum. Salah seorang warga Yordania, Tarek Ammarin, mengungkapkan bahwa kerabatnya menjadi salah satu korban luka akibat tembakan yang dilakukan pelaku saat mereka berada di halaman gereja. Menurutnya, pelaku masuk secara tiba-tiba dan menyerang tanpa peringatan, mengacaukan prosesi yang seharusnya menjadi momen keheningan dan penghormatan.
Pihak keamanan Yordania, dipimpin oleh Mayor Jenderal Abdallah al-Maaytah, menyatakan bahwa sebagian besar korban luka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Petugas terus berkoordinasi untuk mengamankan area sekitar gereja dan melakukan penyelidikan mendalam atas insiden tersebut. Aparat juga melanjutkan operasi pengejaran terhadap pelaku yang masih buron.
Insiden ini terjadi di tengah keberadaan komunitas Kristen yang merupakan minoritas di Yordania, meskipun negara ini memiliki sejumlah situs bersejarah yang erat kaitannya dengan tradisi Alkitab dan menjadi destinasi ziarah bagi umat Kristen global. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan dan stabilitas sosial di wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah damai.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ngatiyem Bangkitkan Jamu H’Dayah dari Pengalaman Sakit Suami
Pelaku UMKM asal Ciawi, Bogor, mengembangkan jamu instan H’Dayah berbasis herbal setelah suaminya sembuh dari gangguan paru-paru dan hati setelah mengonsumsi racikan kunyit putih dan jahe merah.
24 Oktober 2026

Peradi SAI dan TP PKK Gelar Sosialisasi Hukum di Bali
Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum digelar di Denpasar untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap pencegahan kekerasan fisik dan verbal melalui edukasi hukum.
24 Oktober 2026

Pemanggilan Ulang Dandhy Laksono Dijadwalkan 27 Oktober
Polda Metro Jaya mengatur ulang pemanggilan sutradara film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, untuk klarifikasi terkait laporan narasumber yang menilai karya tersebut melanggar privasi.
24 Oktober 2026

Jelang Bulan Pemburu, Cuaca Jakarta Diprakirakan Berawan dengan Hujan Malam
BMKG memperkirakan Jakarta berawan hingga berawan tebal pada 24 Oktober 2026, dengan potensi hujan di Selatan dan Timur malam hari, menjelang fenomena Hunter's Moon.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

