Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Drone Rusia Tewaskan Dua di Pusat Kyiv

Serangan drone Rusia di pusat Kyiv menewaskan dua warga dan melukai 25 lainnya, sehari setelah Zelensky menyatakan kesiapan berdialog dengan Putin.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Serangan Drone Rusia Tewaskan Dua di Pusat Kyiv📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pusat ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan drone militer Rusia pada siang hari, Rabu (23/9/2026), menyebabkan dua orang tewas dan 25 lainnya mengalami luka-luka. Ledakan keras dan asap tebal terlihat dari berbagai titik di kawasan perkotaan, menggambarkan intensitas serangan yang menargetkan area strategis. Suara dengung drone dan tembakan sistem pertahanan udara terdengar bergantian, menciptakan suasana kacau di tengah aktivitas sehari-hari warga.

Menurut pernyataan resmi, Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengonfirmasi jumlah korban tewas dan luka, dengan 17 korban harus dirawat di rumah sakit akibat cedera serius. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa serangan berasal dari drone yang menghantam area perumahan dan fasilitas publik, menandai kembali eskalasi ancaman militer di wilayah ibu kota yang sebelumnya sempat terhindar dari serangan besar-besaran.

Serangan ini terjadi hanya satu hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan kesiapannya untuk melakukan pertemuan trilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dengan perantara Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Zelensky menekankan pentingnya upaya diplomatik untuk membuka jalan perdamaian, dengan harapan bahwa Washington dapat memainkan peran penengah yang efektif dalam mendorong Moskow kembali ke meja perundingan.

Kondisi ini menegaskan kembali ketegangan yang terus memanas di wilayah konflik, di mana serangan balasan dan tindakan militer tak kunjung berhenti meski ada isu dialog. Kegagalan diplomasi dalam beberapa pekan terakhir memperkuat kekhawatiran bahwa eskalasi militer akan berlanjut, terlepas dari pernyataan kesiapan bernegosiasi dari pihak Ukraina.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya