Serangan Houthi ke Aramco Picu Ketegangan di Laut Merah
Serangan rudal Houthi terhadap fasilitas Aramco di Dhahran memperburuk ketegangan di kawasan, menyusul balasan militer Saudi terhadap posisi kelompok di Yaman.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada Selasa malam (14/10/2026), sebuah gedung administrasi milik perusahaan minyak nasional Aramco di kawasan Dhahran, wilayah timur Arab Saudi, menjadi sasaran serangan rudal dari kelompok Houthi. Insiden ini terjadi tak lama setelah koalisi pimpinan Saudi berhasil menahan sejumlah rudal yang diluncurkan dari Yaman. Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran yang terjadi akibat ledakan mengakibatkan kerusakan struktural pada fasilitas tersebut.
Dalam laporan terkini, otoritas pertahanan sipil Saudi mencatat empat warga terluka akibat serpihan rudal yang berhasil ditembak jatuh. Korban terdiri atas dua perempuan, seorang pria, dan seorang anak, sementara 15 rumah di sekitar lokasi mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Serangan ini menjadi bagian dari siklus kekerasan yang kembali memanas setelah sejumlah fasilitas strategis di wilayah barat Yaman—termasuk di Sanaa, Dhamar, dan Saada—dibombardir oleh koalisi Arab Saudi sebagai respons terhadap ancaman yang meningkat terhadap jalur pelayaran Laut Merah.
Houthi, yang mengidentifikasi diri sebagai Ansar Allah, merupakan gerakan politik, militer, dan keagamaan yang berakar dari sekte Zaydi Syiah di utara Yaman. Sejak 2014, kelompok ini berhasil merebut kendali atas ibu kota Sanaa dan memaksa pemerintah sah Yaman berpindah ke Aden. Dukungan Iran telah menjadi pilar utama dalam penguatan struktur militer mereka, yang kini diperkirakan mencapai 180.000 hingga 200.000 personel bersenjata dengan akses ke rudal balistik dan drone serangan.
Pemicu serangan terbaru dikaitkan dengan pergeseran strategi terkini Houthi, yang kini menguasai wilayah strategis di Selat Bab al-Mandab—jantung jalur perdagangan global. Serangan terhadap infrastruktur minyak dan bandara di Arab Saudi dinilai sebagai respons terhadap intervensi militer Saudi yang membidik posisi mereka di Yaman, terutama menjelang dua konferensi internasional besar yang digelar di Riyadh, termasuk Kongres Perminyakan Dunia. Ancaman ini juga dilihat sebagai upaya mendukung kepentingan Iran dalam memperluas pengaruh di kawasan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026

Etalase Mewah Prancis Siapkan Pengamanan Ekstra Jelang Demo Besar
Banyak butik mewah di Prancis memperketat keamanan dan menutup etalase menyusul ancaman kerusuhan dalam aksi demonstrasi besar yang dijadwalkan Sabtu, menyusul kerusakan pada pekan sebelumnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

