Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Houthi ke Aramco Picu Ketegangan di Laut Merah

Serangan rudal Houthi terhadap fasilitas Aramco di Dhahran memperburuk ketegangan di kawasan, menyusul balasan militer Saudi terhadap posisi kelompok di Yaman.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
Serangan Houthi ke Aramco Picu Ketegangan di Laut Merah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada Selasa malam (14/10/2026), sebuah gedung administrasi milik perusahaan minyak nasional Aramco di kawasan Dhahran, wilayah timur Arab Saudi, menjadi sasaran serangan rudal dari kelompok Houthi. Insiden ini terjadi tak lama setelah koalisi pimpinan Saudi berhasil menahan sejumlah rudal yang diluncurkan dari Yaman. Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran yang terjadi akibat ledakan mengakibatkan kerusakan struktural pada fasilitas tersebut.

Dalam laporan terkini, otoritas pertahanan sipil Saudi mencatat empat warga terluka akibat serpihan rudal yang berhasil ditembak jatuh. Korban terdiri atas dua perempuan, seorang pria, dan seorang anak, sementara 15 rumah di sekitar lokasi mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Serangan ini menjadi bagian dari siklus kekerasan yang kembali memanas setelah sejumlah fasilitas strategis di wilayah barat Yaman—termasuk di Sanaa, Dhamar, dan Saada—dibombardir oleh koalisi Arab Saudi sebagai respons terhadap ancaman yang meningkat terhadap jalur pelayaran Laut Merah.

Houthi, yang mengidentifikasi diri sebagai Ansar Allah, merupakan gerakan politik, militer, dan keagamaan yang berakar dari sekte Zaydi Syiah di utara Yaman. Sejak 2014, kelompok ini berhasil merebut kendali atas ibu kota Sanaa dan memaksa pemerintah sah Yaman berpindah ke Aden. Dukungan Iran telah menjadi pilar utama dalam penguatan struktur militer mereka, yang kini diperkirakan mencapai 180.000 hingga 200.000 personel bersenjata dengan akses ke rudal balistik dan drone serangan.

Pemicu serangan terbaru dikaitkan dengan pergeseran strategi terkini Houthi, yang kini menguasai wilayah strategis di Selat Bab al-Mandab—jantung jalur perdagangan global. Serangan terhadap infrastruktur minyak dan bandara di Arab Saudi dinilai sebagai respons terhadap intervensi militer Saudi yang membidik posisi mereka di Yaman, terutama menjelang dua konferensi internasional besar yang digelar di Riyadh, termasuk Kongres Perminyakan Dunia. Ancaman ini juga dilihat sebagai upaya mendukung kepentingan Iran dalam memperluas pengaruh di kawasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya