Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Rudal Houthi Picu Kekacauan di Riyadh

Serangan berulang Houthi ke bandara Riyadh memaksa penutupan total fasilitas penerbangan dan menimbulkan ketegangan regional, sementara otoritas Saudi memperingatkan warga asing yang merekam insiden.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
Serangan Rudal Houthi Picu Kekacauan di Riyadh📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kelompok Houthi di Yaman mengklaim berhasil menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dengan rudal balistik pada malam hari, menambah deretan serangan beruntun yang telah menghancurkan stabilitas penerbangan di ibu kota Arab Saudi. Dalam pernyataan resmi, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa sasaran diserang secara akurat, sementara juga menyebut serangan terhadap pangkalan militer Khamis Mushait menggunakan drone. Serangan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian insiden yang menewaskan puluhan orang dalam beberapa hari terakhir.

Pihak koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengonfirmasi telah mencegat rudal balistik yang mengarah ke ibu kota. Mayor Jenderal Turki al-Malki, juru bicara koalisi, menyatakan bahwa sistem pertahanan udara berhasil menghancurkan rudal sebelum mencapai target utama. Namun, meskipun intersepsi berhasil, kerusakan fisik pada infrastruktur bandara tetap signifikan, termasuk gangguan pada peralatan radar, komunikasi, serta kerusakan di Terminal 3 dan 4. Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) memperpanjang penangguhan operasional bandara hingga akhir pekan, dengan penilaian bahwa verifikasi keselamatan dan kesiapan operasional masih diperlukan.

Kondisi darurat juga meluas ke ranah keamanan siber dan sosial. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh mengonfirmasi bahwa sejumlah warga negaranya telah ditahan karena merekam dan menyebarkan video serangan secara daring. Peringatan serupa disampaikan oleh otoritas Saudi, yang menegaskan bahwa aktivitas merekam, mempublikasikan, atau menyebarkan informasi terkait penangkisan rudal atau dampak serangan dapat berujung pada tindak pidana. Beberapa sumber lokal mengonfirmasi bahwa tindakan ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan narasi dan mencegah penyebaran informasi yang bisa memicu kepanikan.

Houthi juga memperingatkan Amerika Serikat agar tidak terlibat dalam konflik di Yaman, dengan ancaman respons cepat dan intensif jika AS ikut campur. Anggota biro politik Houthi, Mohammed Al Bukhaiti, menegaskan bahwa semua fasilitas milik Arab Saudi, termasuk bandara dan fasilitas minyak, kini menjadi sasaran sah. Ia juga menyerukan kepada pekerja di perusahaan minyak Saudi untuk menjauh dari lokasi kerja demi keselamatan diri. Di sisi lain, maskapai internasional seperti Etihad Airways dan Gulf Air membatalkan seluruh penerbangan ke Riyadh hingga akhir pekan, sementara layanan transportasi ke stasiun bandara di Riyadh Metro juga ditangguhkan.

Dunia internasional merespons dengan kekhawatiran meningkat. China menyatakan “kekhawatiran serius” atas eskalasi konflik dan menyerukan penyelesaian melalui dialog, bukan kekerasan. Kementerian Luar Negeri China menekankan pentingnya stabilitas regional dan menghindari tindakan yang memperparah ketegangan. Iran, meski mendukung Houthi secara politik, juga menunjukkan kepedulian dengan menyatakan keprihatinan atas eskalasi dan siap membantu proses dialog. Namun, keberadaan Houthi sebagai bagian dari "Poros Perlawanan" yang didukung Teheran tetap menjadi faktor kunci dalam kompleksitas konflik regional yang terus memanas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya