Serangan Rudal Houthi Rusak Gedung Aramco di Dhahran
Sebuah gedung administrasi milik Saudi Aramco di Dhahran terkena serangan rudal balistik, menyebabkan kebakaran kecil dan kerusakan pada tiga lantai atas, namun tidak ada korban jiwa.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah kompleks perkantoran milik perusahaan minyak negara Arab Saudi, Saudi Aramco, mengalami kerusakan akibat serangan rudal balistik pada Selasa (13/10). Gedung yang berlokasi di Dhahran, sebagai pusat operasi utama perusahaan, mengalami kebakaran berskala terbatas setelah salah satu menara perkantoran terkena dampak serangan. Sumber independen mengonfirmasi bahwa rudal tersebut menghantam langsung area kantor, menyebabkan kerusakan struktural pada tiga lantai teratas.
Kompleks tersebut menjadi pusat pengelolaan jaringan produksi minyak darat dan lepas pantai, jaringan pipa distribusi, kilang, serta terminal ekspor yang kritis bagi pasokan energi global. Sebelum kejadian, beberapa saksi melaporkan terdengar ledakan keras dari arah kompleks, menandai momen serangan. Pihak berwenang menyatakan bahwa sejumlah rudal dan drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, namun serpihan dari rudal yang dihancurkan jatuh di wilayah permukiman, menyebabkan empat orang terluka di Riyadh.
Kementerian Energi Arab Saudi memastikan tidak ada korban jiwa atau luka serius di lokasi serangan. Tim tanggap darurat telah diterjunkan untuk menangani insiden dan melakukan evaluasi kerusakan. Sistem pertahanan udara juga aktif di ibu kota Riyadh serta wilayah selatan negara, berhasil menghancurkan ancaman sebelum mencapai target strategis. Meski demikian, dampak dari serpihan rudal tetap dirasakan di kawasan perkotaan.
Milisi Houthi di Yaman telah melakukan serangkaian serangan balistik dan drone terhadap instalasi penting di Arab Saudi selama satu minggu terakhir. Mereka mengklaim aksi tersebut sebagai respons atas dukungan Riyadh terhadap pihak pemerintah Yaman dalam konflik internal yang kembali memanas. Beberapa target, termasuk bandara internasional di Riyadh, telah menjadi sasaran, dengan insiden terbaru pada Sabtu (10/10) yang menewaskan 13 orang. Pemerintah Saudi menegaskan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan berulang akan menanggung konsekuensi politik dan militer yang berat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
<Game Call of Duty menggambarkan invasi Korea Utara ke Korea Selatan, yang secara historis pernah terjadi dan kini kembali menjadi perhatian akibat perubahan sikap Pyongyang.>
24 Oktober 2026

Champi Masuki Wilayah China Setelah Guyur Taiwan dan Jepang
Topan Champi melanda China setelah merusak Taiwan dan pulau selatan Jepang, menyebabkan evakuasi massal, pemadaman listrik, dan pembatalan ratusan penerbangan.
24 Oktober 2026

Etalase Mewah Prancis Siapkan Pengamanan Ekstra Jelang Demo Besar
Banyak butik mewah di Prancis memperketat keamanan dan menutup etalase menyusul ancaman kerusuhan dalam aksi demonstrasi besar yang dijadwalkan Sabtu, menyusul kerusakan pada pekan sebelumnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

