Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Rudal Houthi Rusak Gedung Aramco di Dhahran

Sebuah gedung administrasi milik Saudi Aramco di Dhahran terkena serangan rudal balistik, menyebabkan kebakaran kecil dan kerusakan pada tiga lantai atas, namun tidak ada korban jiwa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
Serangan Rudal Houthi Rusak Gedung Aramco di Dhahran📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah kompleks perkantoran milik perusahaan minyak negara Arab Saudi, Saudi Aramco, mengalami kerusakan akibat serangan rudal balistik pada Selasa (13/10). Gedung yang berlokasi di Dhahran, sebagai pusat operasi utama perusahaan, mengalami kebakaran berskala terbatas setelah salah satu menara perkantoran terkena dampak serangan. Sumber independen mengonfirmasi bahwa rudal tersebut menghantam langsung area kantor, menyebabkan kerusakan struktural pada tiga lantai teratas.

Kompleks tersebut menjadi pusat pengelolaan jaringan produksi minyak darat dan lepas pantai, jaringan pipa distribusi, kilang, serta terminal ekspor yang kritis bagi pasokan energi global. Sebelum kejadian, beberapa saksi melaporkan terdengar ledakan keras dari arah kompleks, menandai momen serangan. Pihak berwenang menyatakan bahwa sejumlah rudal dan drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, namun serpihan dari rudal yang dihancurkan jatuh di wilayah permukiman, menyebabkan empat orang terluka di Riyadh.

Kementerian Energi Arab Saudi memastikan tidak ada korban jiwa atau luka serius di lokasi serangan. Tim tanggap darurat telah diterjunkan untuk menangani insiden dan melakukan evaluasi kerusakan. Sistem pertahanan udara juga aktif di ibu kota Riyadh serta wilayah selatan negara, berhasil menghancurkan ancaman sebelum mencapai target strategis. Meski demikian, dampak dari serpihan rudal tetap dirasakan di kawasan perkotaan.

Milisi Houthi di Yaman telah melakukan serangkaian serangan balistik dan drone terhadap instalasi penting di Arab Saudi selama satu minggu terakhir. Mereka mengklaim aksi tersebut sebagai respons atas dukungan Riyadh terhadap pihak pemerintah Yaman dalam konflik internal yang kembali memanas. Beberapa target, termasuk bandara internasional di Riyadh, telah menjadi sasaran, dengan insiden terbaru pada Sabtu (10/10) yang menewaskan 13 orang. Pemerintah Saudi menegaskan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan berulang akan menanggung konsekuensi politik dan militer yang berat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya