Serangan Rudal Houthi Tewaskan 12 Orang di Bandara Riyadh
Serangan rudal oleh kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional Riyadh menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya, memicu peringatan keamanan global.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah serangan rudal yang dilancarkan oleh kelompok Houthi dari Yaman menghantam Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, pada siang hari waktu setempat, menyebabkan 12 korban tewas dan 309 lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini disampaikan oleh otoritas penerbangan sipil setempat, yang mengonfirmasi kerusakan signifikan di area landasan pacu dan fasilitas terminal.
Menyusul insiden tersebut, otoritas keamanan setempat mengaktifkan protokol evakuasi darurat, sementara sejumlah negara menyatakan kekhawatiran atas keselamatan warganya. Kedutaan besar Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat mengeluarkan imbauan untuk menghindari Bandara Riyadh dan menyarankan warga negara mereka mematuhi petunjuk lokal hingga situasi kembali kondusif.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan kebijakan respons terhadap serangan tersebut. Dalam pernyataan di Gedung Putih, Trump menyebut bahwa keputusan untuk terlibat dalam aksi militer balasan terhadap Houthi akan segera diambil, dengan menekankan bahwa respons AS akan dilakukan secara cepat dan tegas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Trump Salah Sebut Nama Kandidat Muslim, El-Sayed Balas dengan Sindiran
Presiden AS Donald Trump menyerang kandidat Demokrat Abdul El-Sayed dengan tuduhan simpatisan teroris, lalu keliru menyebut namanya sebagai Muhammad, memicu respons tajam dari sang kandidat di kampanye publik.
11 Oktober 2026

Demonstran Muda India Tuntut Mundurnya KPU atas Revisi Daftar Pemilih
Ratusan demonstran ditangkap di New Delhi dalam aksi protes menuntut pengunduran diri Kepala KPU Gyanesh Kumar terkait revisi daftar pemilih yang menghapus 130 juta nama.
11 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Manfaatkan Rahasia Operasi untuk Untungkan Diri di Pasar Prediksi
Seorang tentara aktif Amerika Serikat didakwa atas dugaan penggunaan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan lebih dari US$400.000 melalui platform prediksi berbasis blockchain, dengan total kerugian keuangan yang terjadi mencapai sekitar Rp6,89 miliar.
10 Oktober 2026

Kerajaan Gula Oei Tiong Ham Runtuh dalam Sehari
Perusahaan gula milik Oei Tiong Ham yang pernah dominan di Hindia Belanda hancur akibat penyitaan aset oleh negara pada 1961, yang kemudian menjadi dasar pendirian BUMN RNI.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Dorong 100 Kampung Nelayan Siap Operasional Akhir 2026
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.30 WITA

Dedi Congor Absen Pemeriksaan KPK karena Sakit, Penyidik Jadwalkan Ulang
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.29 WITA

Sewa Bong dan Lapak Narkoba di Dua Kampung di Jakarta Barat
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.29 WITA

Dua Tersangka Pembunuhan di Jaktim Diamankan Polisi
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.29 WITA

Jakarta Ungguli New York dalam Tata Kelola Transportasi
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.28 WITA

22 Penyu Hijau Gagal Diselundupkan di Perairan Serangan
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.27 WITA

Malaysia Naikkan Upah Minimum ke Rp8,7 Juta Mulai 2027
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.27 WITA

Digitalisasi Manajemen ASN Kemenkum 2027, Otomatisasi Pengawasan Kinerja
Minggu, 11 Oktober 2026, 09.26 WITA

