Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Siber Ubah Kulkas Supermarket Jadi Oven Panas

Ratusan kulkas di supermarket Prancis mengalami kenaikan suhu hingga 50 derajat akibat serangan siber yang memanfaatkan kerentanan firmware lama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.37 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 162x dibuka
Serangan Siber Ubah Kulkas Supermarket Jadi Oven Panas📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Serangan siber berskala besar menimpa jaringan supermarket di Prancis, menyebabkan suhu kulkas melonjak hingga mencapai 50 derajat Celsius dalam waktu singkat. Insiden ini terjadi karena peretas berhasil mengeksploitasi kelemahan pada sistem pendingin yang terhubung ke jaringan, mengaktifkan fitur pencairan paksa secara jarak jauh. Akibatnya, makanan yang disimpan rusak secara massal, dan beberapa lokasi melaporkan risiko kebakaran akibat panas berlebih yang berlangsung sepanjang malam.

Kantor Kejaksaan Prancis mengonfirmasi bahwa serangan ini menargetkan perangkat pengelola suhu di sejumlah peritel makanan besar. Dalam laporan resmi, disebutkan bahwa perangkat yang menjadi sasaran diproduksi oleh perusahaan Denmark, Danfoss, dengan model AK-SM800 dan AK-SC355. Perusahaan tersebut mengakui adanya insiden yang memengaruhi sejumlah sistem, terutama yang masih menggunakan firmware versi lama yang telah dinyatakan tidak lagi didukung.

Dampak serangan terasa di berbagai jaringan ritel, termasuk Intermarché, Netto, Carrefour, Monoprix, dan Coopérative U, dengan jumlah gerai yang terdampak mencapai ratusan. Coopérative U melaporkan lebih dari 100 toko terkena imbas, sementara Carrefour menyebut 80 gerai terdampak dan Monoprix mencatat sekitar 5 persen dari 490 gerainya mengalami gangguan. E.Leclerc, jaringan terbesar di Prancis, juga dilaporkan terkena dampak, meski belum memberikan keterangan resmi.

Di luar Prancis, serangan serupa dilaporkan menyerang jaringan supermarket Belanda, termasuk Albert Heijn dan Delhaize di Belgia serta Luksemburg. Sistem digital seperti aplikasi belanja daring, label harga elektronik, dan layanan pengiriman sempat tidak berfungsi. Pemerintah Prancis telah memerintahkan Badan Keamanan Siber Nasional (ANSSI) untuk menyelidiki kasus ini dan berkoordinasi dengan lembaga keamanan siber Eropa lainnya guna mencegah penyebaran lebih luas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya