Serangan Udara Tewaskan 72 Penambang Emas di Perbatasan Sudan-Mesir
Serangan pesawat tempur menewaskan 72 penambang emas di wilayah perbatasan Sudan-Mesir, diduga dilakukan oleh militer Mesir, menimbulkan kekhawatiran atas pelanggaran hukum humaniter internasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 21.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Serangan udara yang menargetkan lokasi penambangan emas di wilayah perbatasan Sudan dan Mesir menewaskan setidaknya 72 warga sipil, sebagaimana dikonfirmasi oleh kelompok advokasi hak asasi manusia Emergency Lawyers. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, 10 Oktober, di wilayah negara bagian Sungai Nil, tempat sejumlah besar warga menambang secara ilegal menggunakan alat sederhana. Tak satu pun dari pihak Mesir maupun otoritas pemerintahan de facto di Sudan telah memberikan pernyataan resmi mengenai insiden ini.
Menurut saksi mata yang diwawancarai oleh Sudan Tribune, serangan dimulai sekitar pukul 06.00 waktu setempat, ketika pesawat menembakkan lebih dari lima rudal langsung ke tenda dan lubang galian yang menjadi tempat tinggal para penambang. Hancurnya tenda dan struktur sementara menyebabkan banyak korban tewas, termasuk mereka yang masih berada di dalam lubang. Beberapa korban masih terjebak dalam reruntuhan, menambah potensi jumlah korban yang lebih tinggi dari laporan awal.
Emergency Lawyers menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil yang tak bersenjata merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Mereka menyatakan bahwa tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang, terutama jika terbukti dilakukan secara sengaja dan terkoordinasi. Organisasi ini juga menyoroti bahwa serangan ini bukan isolasi, melainkan bagian dari pola berulang yang diduga dilakukan oleh militer Mesir sejak beberapa bulan terakhir, terutama di wilayah yang dianggap sebagai jalur penyelundupan ilegal.
Ketegangan di kawasan ini semakin memburuk seiring meningkatnya aktivitas penambangan rakyat akibat konflik bersenjata yang masih berlangsung di Sudan. Wilayah Sungai Nil, yang kaya emas, menjadi tujuan utama bagi pencari emas dari berbagai lapisan masyarakat, meski tanpa izin resmi. Berbagai laporan menyebut bahwa emas hasil penambangan sering diselundupkan ke Mesir sebagai imbalan atas bahan bakar murah, senjata, dan barang ilegal lainnya yang kemudian dikirim balik. Militer Mesir sendiri pernah mengumumkan penyitaan 86 ton bijih emas dan peralatan penambang dalam operasi terpisah bulan Juni.
Pemerintah Mesir belum merespons secara langsung atas klaim serangan tersebut, sementara otoritas de facto di Sudan telah mengumumkan penyelidikan terhadap insiden yang menewaskan puluhan orang. Namun, tanpa klarifikasi dari pihak berwenang, kejadian ini tetap menjadi tanda tanya besar mengenai kedaulatan wilayah, perlindungan warga sipil, dan tanggung jawab internasional dalam konflik lintas batas yang kompleks.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

AI Ciptakan Nostalgia 1980-an, Tapi Waspadai Risiko Privasi
Penggunaan AI untuk mengubah foto selfie jadi gaya tahun 1980-an menyebar luas, namun pakar memperingatkan risiko kebocoran data pribadi dan biometrik.
12 Oktober 2026

Korea Selatan dan Utara Percepat Uji Coba Rudal dalam Siklus Provokasi
Kedua negara saling membalas uji coba rudal dalam pekan terakhir, menunjukkan eskalasi teknologi militer di kawasan Korea, seiring meningkatnya ketegangan pasca-ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi.
12 Oktober 2026

Menlu Baru Tekankan Konsistensi Politik Luar Negeri
Menteri Luar Negeri RI menegaskan bahwa arah kebijakan luar negeri tetap berlandaskan prinsip bebas aktif dan amanat konstitusi, meski terjadi pergantian kepemimpinan.
12 Oktober 2026

Hunter Killer: Operasi Rahasia di Kutub Utara
Film aksi Hunter Killer tayang malam ini di Bioskop Trans TV dengan narasi perjuangan komandan kapal selam AS mengungkap kudeta militer Rusia di tengah konflik global.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Police Story: Lockdown Tampilkan Dilema Ayah dan Detektif
Senin, 12 Oktober 2026, 21.11 WITA

Konser Avenged Sevenfold di Jakarta Didera Kritik Penonton
Senin, 12 Oktober 2026, 21.11 WITA

Barcelona dan Man City Jaga Rekor Tak Terkalahkan di Awal Musim
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

PSSI Kecam Kekerasan terhadap Tim Muda Persib di Tol Batang
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Jadwal Liga Champions Matchday 2: Duel Klasik Atletico vs MU Jadi Sorotan
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Hakim Danish Hadapi Tekanan Mental Usai Debut di Moto3 Mandalika
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Indonesia Tampilkan 14 Wakil di Denmark Open 2026
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara
Senin, 12 Oktober 2026, 21.08 WITA

