Shin Tae Yong Minta Penegak Hukum Tindak Pelaku Penyerangan Bus Suporter
Pelatih Persija Jakarta menyerukan penindakan tegas terhadap pelaku penyerangan bus Persib U-18 dan Jakmania Cikampek, menegaskan bahwa tindakan kriminal bukan tanggung jawab klub.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Insiden penyerangan terhadap bus rombongan tim Persib U-18 dan bus suporter Persija yang terjadi dalam rentang waktu dekat memicu respons tegas dari Shin Tae Yong. Pelatih asal Korea Selatan itu menekankan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindak pidana individu yang harus ditangani oleh aparat penegak hukum, bukan dibebankan kepada klub melalui sanksi seperti pengurangan poin.
Menurut Shin, tidak masuk akal jika manajemen klub diminta bertanggung jawab atas tindakan oknum suporter di luar area resmi pertandingan, terutama di lokasi seperti rest area. Ia menyoroti keterbatasan kemampuan klub untuk mengawasi seluruh aktivitas suporter di luar wilayah pengawasan resmi. “Klub tidak bisa menjamin keamanan di setiap titik di luar stadion atau area publik,” tegasnya.
Shin menegaskan bahwa langkah paling tepat adalah penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku. Ia menilai sanksi pidana yang berat diperlukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa. “Jika ada pelanggaran, aparat harus bertindak tanpa kompromi agar tidak ada yang berani mengulangi,” ujar pelatih berusia 55 tahun itu dalam sesi konferensi pers di Depok.
Di sisi lain, ia juga mengimbau para pendukung Persija, khususnya Jakmania, untuk menahan fanatisme yang berujung pada keributan. Menurutnya, dukungan yang sportif dan terkendali jauh lebih bermanfaat daripada aksi emosional yang berpotensi merugikan tim. “Datanglah untuk mendukung, bukan untuk menciptakan masalah,” tegasnya.
Dengan pertandingan tandang melawan Persita Tangerang segera tiba, Shin menekankan pentingnya menjaga citra tim dan menjaga harmonisasi di luar lapangan. Ia menegaskan bahwa kemenangan sejati bukan hanya dari hasil pertandingan, tetapi juga dari sikap dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di sepak bola.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Veda Ega Ukir Sejarah dengan Pole Pertama di Moto3 Australia
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mencatatkan sejarah sebagai rider pertama asal Tanah Air yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 Australia 2026.
24 Oktober 2026

Veda Ega Catat Sejarah, Raih Pole Position Pertama di Moto3
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatat sejarah sebagai rider pertama dari nusantara yang meraih posisi terdepan dalam kualifikasi Moto3 di Phillip Island, Australia.
24 Oktober 2026

Audero Siap Perkuat Rayo Hadapi Elche
Kiper Timnas Indonesia Emil Audero siap tampil lagi saat Rayo Vallecano menjamu Elche dalam lanjutan La Liga, dengan target menjaga konsistensi pertahanan dan bantu tim raih poin penuh.
24 Oktober 2026

Martin Mundur dari MotoGP Australia Akibat Cedera Tangan
Pembalap Aprilia, Jorge Martin, menarik diri dari balapan MotoGP Australia 2026 setelah mengalami retak tulang pergelangan tangan kanan akibat kecelakaan di Sprint Race.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

