Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Siklon Tropis 91W Meningkat, Waspada Gelombang Tinggi di Timur Indonesia

Bibit siklon 91W di Laut Filipina berpotensi jadi siklon tropis, picu gelombang tinggi hingga 2,5 meter di sejumlah perairan timur Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Siklon Tropis 91W Meningkat, Waspada Gelombang Tinggi di Timur Indonesia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bibit siklon tropis bernomor 91W telah menunjukkan peningkatan aktivitas sejak 21 September 2026, dengan posisi terpantau di Laut Filipina, sebelah utara Papua. Berdasarkan pemantauan hingga Rabu pagi, 23 September 2026, pukul 07.00 WIB, sistem ini telah menunjukkan organisasi konvektif yang mulai terstruktur, ditandai dengan perkembangan awan tebal berpuncak sangat dingin di sekitar pusat sistem. Meski belum terpusat sepenuhnya, kondisi atmosfer mendukung perluasan dan penguatan sistem.

Kecepatan angin maksimum yang tercatat saat ini mencapai 30 knots (55 km/jam), dengan tekanan udara minimum sebesar 1008 hPa. Analisis dari lapisan atmosfer menunjukkan sirkulasi siklonik terdefinisi hingga ketinggian 700 hPa, didukung oleh kondisi lingkungan yang sangat mendukung, seperti suhu permukaan laut yang hangat, kelembapan tinggi di seluruh lapisan udara, vortisitas positif yang terkonsentrasi, serta shear angin vertikal yang relatif lemah. Fenomena seperti Madden-Julian Oscillation dan gelombang Rossby serta Kelvin juga aktif di wilayah tersebut.

Dalam 24 jam ke depan, BMKG memperkirakan sistem ini akan berkembang menjadi siklon tropis kategori 1, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knots (65 km/jam) dan tekanan udara minimum turun menjadi 1002 hPa. Arah geraknya diperkirakan ke barat-barat laut, berada pada koordinat sekitar 16,8°LU dan 134,8°BT. Dalam jangka waktu 48 hingga 72 jam, potensi peningkatan intensitas masih tinggi, meski masih dalam wilayah pemantauan TCWC Jakarta.

Dampak langsung dari aktivitas ini terutama berupa gelombang laut signifikan kategori sedang, berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah yang terdampak meliputi perairan Kepulauan Talaud, Kepulauan Sangihe, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua. Masyarakat di daerah pesisir dan pelaku kegiatan maritim diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dalam rentang waktu 24 hingga 72 jam ke depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya