Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sinergi Tiga Kementerian Tingkatkan Capaian IKD di Kendari

Disdukcapil Kendari gandeng Perlinsos dan Kemenag untuk tingkatkan pencatatan penduduk melalui agen lapangan di wilayah terpencil.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kendari mempercepat pencapaian Indeks Kependudukan Digital (IKD) dengan melibatkan dua instansi vertikal, yaitu Dinas Sosial dan Kementerian Agama. Kolaborasi ini dirancang untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang sulit diakses, khususnya di kawasan perbatasan dan daerah terpencil di sekitar Kota Kendari. Pendekatan ini menekankan pendekatan gotong royong antarlembaga dalam mewujudkan data kependudukan yang akurat dan inklusif.

Melalui program bersama, petugas dari tiga instansi tersebut bergerak langsung ke desa-desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan dan penerbitan dokumen kependudukan secara daring. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dan terjadwal, terutama di wilayah yang belum memiliki akses layanan dasar secara optimal. Dengan melibatkan petugas agama dan kader sosial, proses pendataan menjadi lebih mudah diterima masyarakat karena berbasis kepercayaan dan kehadiran sosial yang sudah dikenal.

Kepala Disdukcapil Kendari menegaskan bahwa pencapaian IKD bukan sekadar target administratif, melainkan bagian dari transformasi digital pelayanan publik yang berkelanjutan. "Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dengan melibatkan Kemenag dan Perlinsos, kami bisa menjangkau lebih banyak warga yang selama ini terlewatkan," ujarnya. Pihaknya menargetkan seluruh penduduk di wilayah Kota Kendari terdata secara digital pada akhir tahun ini.

Program ini juga memanfaatkan sistem digital yang terintegrasi, memungkinkan data yang dikumpulkan langsung masuk ke pusat data nasional tanpa penundaan. Hasilnya, data kependudukan menjadi lebih akurat dan bisa digunakan untuk perencanaan pembangunan, distribusi bantuan sosial, serta kebijakan publik lainnya. Keterlibatan Kemenag dan Perlinsos diharapkan menjadi model kerja sama lintas sektor yang dapat diadopsi di daerah lain di Sulawesi Tenggara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya