Sinergi Tiga Pilar Dorong Efektivitas Koperasi Desa
Wamendagri tekankan kolaborasi antara kepala desa, ketua koperasi, dan manajer operasional sebagai kunci keberhasilan KDMP dalam menjamin pasokan kebutuhan pokok bersubsidi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) akan berjalan optimal hanya jika terjalin kerja sama erat antara kepala desa, pengurus koperasi, dan manajer operasional. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan bahwa sinergi ketiga elemen tersebut menjadi fondasi utama dalam menyalurkan barang bersubsidi kepada masyarakat desa secara efisien dan merata. Ia menekankan bahwa tanpa keterlibatan aktif ketiga pihak, program ini tidak akan mampu menjawab kebutuhan pokok masyarakat secara menyeluruh.
Dukungan dari BUMN dan pemerintah daerah turut menjadi penopang penting dalam menjaga kelancaran pasokan. Peninjauan lapangan serentak yang dilakukan oleh para pejabat tinggi mencakup empat lokasi, termasuk KDKMP Citaman, Desa Bojongloa, Cangkuang Wetan, dan Padalarang, untuk memastikan ketersediaan komoditas strategis seperti beras SPHP dari Perum Bulog, LPG dari Pertamina, serta token listrik dari PLN. Ketersediaan barang tersebut menjadi indikator utama kesiapan operasional koperasi di lapangan.
Bima menegaskan bahwa KDMP tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan toko kelontong atau minimarket swasta. Sebaliknya, koperasi ini dirancang sebagai mekanisme pemerintah dalam memastikan distribusi bantuan sosial dan barang bersubsidi tepat sasaran, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah. Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas harga dan aksesibilitas terhadap kebutuhan dasar di wilayah pedesaan.
Masukan dari masyarakat menjadi bagian integral dalam proses evaluasi. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau kinerja KDMP dan melakukan penyesuaian berdasarkan respons lapangan, terutama terkait ketersediaan stok dan kualitas layanan. Evaluasi rutin dilakukan guna memastikan operasional koperasi tetap responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat di tiap wilayah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

