Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Singapura Gunakan Algoritma Nobel untuk Pasangan Pegawai Negeri

Pemerintah Singapura meluncurkan aplikasi FirstDate berbasis algoritma Nobel untuk bantu pegawai lajang temukan pasangan stabil, dengan tujuan mengurangi kejenuhan kencan digital dan mendukung hubungan bermakna.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Singapura Gunakan Algoritma Nobel untuk Pasangan Pegawai Negeri📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Singapura kini menghadirkan solusi inovatif bagi para pegawai negeri lajang melalui aplikasi bernama FirstDate, yang sedang dalam masa uji coba di berbagai layanan publik. Aplikasi ini dikembangkan oleh Badan Teknologi Pemerintah (GovTech) dengan fokus pada pengguna usia 21 hingga 35 tahun yang belum menikah. Tujuan utamanya adalah mempercepat proses pencarian pasangan yang sesuai secara emosional dan sosial, sekaligus mengatasi kejenuhan akibat penggunaan aplikasi kencan konvensional yang terlalu banyak mengandalkan swiping.

Inti dari FirstDate terletak pada penerapan algoritma teori pencocokan (matching theory) yang dianugerahi Hadiah Nobel Ekonomi tahun 2012 oleh Lloyd Shapley dan Alvin Roth. Algoritma ini dirancang untuk menghasilkan pasangan yang stabil, di mana tidak ada dua individu yang lebih memilih satu sama lain dibanding pasangan yang telah ditetapkan. Dengan pendekatan ini, aplikasi tidak hanya menyarankan kandidat, tetapi memastikan keseimbangan dan kepuasan jangka panjang dalam hubungan yang terbentuk.

Pengguna aplikasi hanya akan menerima satu rekomendasi pasangan dalam satu waktu, disertai skor kecocokan, profil singkat, serta pesan pribadi dari calon pasangan. Proses pendaftaran memerlukan verifikasi melalui Singpass, kode identitas resmi warga Singapura, serta jawaban atas serangkaian pertanyaan terkait kepribadian dan preferensi pribadi. Pendaftaran program pilot ini ditutup pada 5 Oktober, dan peserta yang diterima mencakup lajang, janda, duda, atau yang pernah bercerai.

Tujuan jangka panjang aplikasi bukan hanya memperbaiki kualitas hubungan, tetapi juga menangani tren sosial yang mengkhawatirkan, seperti penurunan tingkat kesuburan dan pernikahan yang semakin tertunda. Data dari Departemen Statistik Singapura menunjukkan tingkat kesuburan total turun menjadi 0,87 kelahiran per wanita pada 2025, dari 0,97 pada 2024. Usia median menikah pertama juga meningkat, mencapai 31,1 tahun bagi pria dan 29,6 tahun bagi wanita, naik dibandingkan angka 10 tahun lalu. Meski tidak secara eksplisit menyebutkan peningkatan kelahiran sebagai tujuan, program ini menjadi bagian dari respons strategis terhadap krisis demografi yang sedang dihadapi negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya