Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Singapura Peringatkan 10 Perusahaan Terkait Karhutla

Singapura menerbitkan peringatan kepada 10 perusahaan Indonesia yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan, menyusul penyebaran asap ke wilayahnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 21.00 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
Singapura Peringatkan 10 Perusahaan Terkait Karhutla📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) telah mengirim surat peringatan kepada sepuluh perusahaan yang beroperasi di wilayah Indonesia dan terindikasi menjadi penyebab kebakaran hutan serta lahan gambut. Langkah ini diambil berdasarkan hasil analisis citra satelit, data cuaca, dan pemetaan lokasi kebakaran yang menunjukkan adanya keterkaitan antara aktivitas perusahaan dan penyebaran api. Dalam surat tersebut, NEA menuntut setiap perusahaan untuk segera menyerahkan rencana mitigasi serta memastikan tidak terjadi penyebaran api lebih lanjut ke wilayah konsesi lainnya.

Dari sepuluh entitas yang disebut, dua di antaranya adalah PT Bumi Andalas Permai dan PT Bumi Mekar Hijau, yang beroperasi di Sumatra Selatan dan merupakan pemasok bagi APP Group, salah satu pemain utama industri pulp dan kertas di kawasan Asia Tenggara. Meskipun belum memberikan respons langsung saat dikonfirmasi, manajemen APP Group secara resmi menyatakan bahwa semua mitra pemasoknya telah menaikkan standar operasional dengan menerapkan kebijakan nol pembakaran. Pernyataan ini ditegaskan dalam rilis yang dirilis pada hari Sabtu setelah surat peringatan dikeluarkan.

Beberapa perusahaan lain yang tergabung dalam daftar juga merespons. Kencana Agri Ltd. dan Bumitama Agri Ltd. mengakui adanya titik api yang menyebar ke area konsesi mereka, namun menegaskan bahwa tim pemadam kebakaran telah dikerahkan. Wilmar International Ltd. melaporkan telah berhasil menangani sejumlah titik api kecil di wilayah operasionalnya, sementara menekankan bahwa sumber api berasal dari luar kawasan perkebunan. Sebaliknya, Golden Agri-Resources Ltd. menyatakan tidak menemukan bukti bahwa operasional perusahaan mereka berkontribusi terhadap kebakaran.

Pada Senin (19/10), NEA memperluas daftar peringatan dengan menambahkan tiga perusahaan baru yang terindikasi terlibat dalam kebakaran yang menyebabkan kabut asap mencapai Singapura. Ketiga entitas tersebut berlokasi di Kalimantan. Menteri Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, menyatakan bahwa tujuh perusahaan yang sebelumnya diperingatkan belum memberikan respons, menandakan perlunya tindakan lebih tegas. Daftar perusahaan yang terdampak meliputi PT Bumi Andalas Permai, PT Bumi Mekar Hijau, PT Paramitra Mulia Langgeng, PT Sumatera Alam Anugerah, PT SBA Wood Industries, PT Hutan Lestari Raya, PT Bangkanesia, PT Buana Megatama Jaya, PT Mananjung Hayak, dan PT Baratama Putra Perkasa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya