Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Singapura Perkenalkan Aplikasi Kencan Khusus ASN untuk Tangani Stagnasi Kelahiran

Pemerintah Singapura meluncurkan FirstDate, aplikasi kencan berbasis algoritma khusus pegawai negeri, untuk menangani penurunan angka kelahiran yang mencapai rekor terendah 0,87 pada 2025.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka
Singapura Perkenalkan Aplikasi Kencan Khusus ASN untuk Tangani Stagnasi Kelahiran📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Singapura menghadirkan solusi inovatif untuk menangani krisis demografi dengan meluncurkan aplikasi kencan khusus bagi aparatur sipil negara (ASN). Aplikasi bernama FirstDate dikembangkan oleh Government Technology Agency of Singapore (GovTech) dan mulai diuji coba pada September 2026. Hanya pegawai pemerintah berusia antara 21 hingga 35 tahun yang diperbolehkan menggunakan platform ini, sebagai bagian dari upaya strategis meningkatkan tingkat kelahiran.

Aplikasi ini dirancang untuk mempercepat proses pencarian pasangan yang cocok dengan pendekatan ilmiah. Pengguna diminta mengisi survei mendalam terkait nilai hidup, minat, dan preferensi hubungan. Data tersebut kemudian diproses melalui algoritma berbasis ekonomi yang pernah memenangkan penghargaan Nobel dalam bidang ilmu ekonomi. Berbeda dari aplikasi kencan konvensional, FirstDate hanya menawarkan satu rekomendasi pasangan per bulan, dengan setiap siklus berlangsung selama sekitar 30 hari.

Pendaftaran gelombang pertama ditutup pada 5 Oktober 2026, setelah undangan resmi dikirimkan via email kepada ASN sepekan sebelumnya. Meski belum ada kepastian apakah layanan ini akan diperluas ke masyarakat umum, jumlah pegawai pemerintah yang memenuhi kriteria diperkirakan mencapai ratusan ribu, berdasarkan data dari portal rekrutmen pemerintah per Maret 2026. Pemerintah menekankan bahwa tujuan utama adalah menciptakan ikatan yang berkelanjutan, bukan sekadar kencan singkat.

Upaya ini bukan pertama kalinya Singapura mengintervensi dinamika keluarga. Sejak 1984, pemerintah telah aktif dalam program penjodohan melalui Social Development Unit, yang kemudian berkembang menjadi Social Development Network pada 2009. Di Asia, negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan juga menerapkan pendekatan serupa. Jepang meluncurkan aplikasi kencan pemerintah yang mengharuskan verifikasi pendapatan dan wawancara, dengan 265 pasangan telah menikah hingga Juni 2026. Sementara program kencan khusus di Seoul berhasil menghubungkan 126 pasangan, dengan pendaftar edisi 2026 mencapai lebih dari 2.300 orang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya