Sinyal Radio Misterius Terjauh dari Masa Awal Alam Semesta
Penelitian terbaru mengungkap gelombang radio cepat dari masa awal alam semesta, yang menempuh perjalanan lebih dari 10 miliar tahun sebelum terdeteksi di Bumi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah gelombang radio cepat yang dikenal sebagai FRB 20240304B berhasil terdeteksi sebagai fenomena kosmik terjauh yang pernah tercatat. Sinyal ini berasal dari masa ketika alam semesta masih berusia sekitar 3 miliar tahun, menandai fase awal pembentukan struktur kosmik. Energi yang dipancarkan dalam hitungan milidetik setara dengan total radiasi Matahari selama bertahun-tahun, menunjukkan kekuatan ekstrem dari peristiwa yang mendorong munculnya gelombang tersebut.
Pengamatan dilakukan dengan teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan, yang kemudian dikonfirmasi oleh data dari teleskop ruang angkasa James Webb Space Telescope (JWST). Identifikasi galaksi asal menunjukkan bahwa sumbernya adalah galaksi muda yang sangat kecil, dengan aktivitas pembentukan bintang tinggi dan kandungan logam rendah—kondisi khas alam semesta awal. Peneliti menyatakan bahwa ledakan ini terjadi sebelum terbentuknya Bumi dan Matahari, menekankan skalanya yang luar biasa.
Menurut Themiya Nanayakkara dari Universitas Sydney, yang memimpin penelitian ini, sinyal tersebut membuka jendela baru untuk memahami kondisi kosmik pada masa awal. Ia menegaskan bahwa mekanisme yang menghasilkan FRB ini bisa terjadi di lingkungan galaksi muda dengan sifat ekstrem, termasuk medan magnet kuat atau peristiwa kehancuran bintang. Dari lebih dari 10 ribu FRB yang telah terdeteksi sejak 2007, hanya sebagian kecil yang berulang, sementara sisanya muncul sekali dan menghilang tanpa jejak.
Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah FRB 20240304B adalah sinyal tunggal atau akan muncul kembali. Namun, keberadaannya memberi kontribusi besar terhadap pemetaan materi gelap dan distribusi materi di alam semesta jauh. Matthew Bailes dari Swinburne University menekankan bahwa FRB bukan hanya fenomena menarik secara ilmiah, tetapi juga alat penting untuk mengukur jumlah atom dan partikel yang tidak terlihat secara langsung.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

