Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Siswa Prancis Aksi Massal, Dorong Perbaikan Sekolah

Ratusan ribu pelajar, guru, dan orang tua di 13 kota Prancis turun ke jalan menuntut perbaikan fasilitas pendidikan, memicu demonstrasi terbesar sejak dua pekan lalu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Siswa Prancis Aksi Massal, Dorong Perbaikan Sekolah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Aksi protes pelajar menyebar ke berbagai wilayah Prancis, mulai dari Brest di barat hingga Strasbourg dan Toulon di timur, termasuk ibu kota Paris. Lebih dari 250.000 peserta, sebagian besar siswa SMA, menggelar aksi serentak pada Selasa (6/10), menuntut perbaikan kondisi sekolah yang dinilai memprihatinkan. Dalam demonstrasi ini, sekitar 735 dari 3.700 sekolah menengah atas di negara itu terdampak, dengan sejumlah lokasi mengalami bentrokan antara peserta aksi dan aparat keamanan, yang sempat menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan kerumunan.

Aksi besar ini bermula dari satu video singkat yang diunggah oleh Soumaya-Sarre, siswa asal SMA Jean-Renoir di Bondy, pinggiran Paris. Dalam rekaman tersebut, perempuan berusia 18 tahun itu menyampaikan kekecewaan terhadap pemerintah atas ketidakpedulian terhadap kondisi sekolah, meski negara cepat merespons isu pakaian siswa. Ia menyoroti kelas yang dingin, atap bocor, serta adanya tikus, sambil menegaskan bahwa hak untuk belajar dalam lingkungan layak justru diabaikan.

Video yang diunggah di Instagram itu segera viral, mendapat lebih dari 45 ribu like dan menjadi pemicu gerakan yang meluas. Soumaya, yang baru lulus dengan predikat cum laude dan kini menempuh studi di Universitas Sorbonne, memiliki latar belakang sebagai pemenang kompetisi pidato di Shoah Memorial. Kemampuannya berbicara di depan umum dan keterlibatannya dalam gerakan politik kaum muda dari latar belakang kelas pekerja memperkuat pesan yang disampaikannya.

Pesan yang ia sampaikan—bahwa pemerintah lebih fokus pada regulasi formal daripada memastikan kebutuhan dasar siswa—menyentuh banyak kalangan. Dari awal tahun ajaran, protes yang dimulai oleh satu suara kini telah menyebar menjadi gerakan nasional, melibatkan pelajar dari berbagai kota, termasuk Marseille, Lyon, Nantes, dan Bordeaux. Tujuan utamanya tetap sama: mewujudkan sistem pendidikan yang layak, aman, dan mendukung proses belajar yang seharusnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya