Siswi 16 Tahun Ditemukan Tewas di Aula Sekolah, Tiga Pelaku Ditahan
Seorang siswi SMA berusia 16 tahun ditemukan tewas di aula sekolah di Yong Peng, Johor, dengan luka serius; tiga pelaku remaja ditangkap dan ditahan sementara, sementara pemerintah menegaskan komitmen menangani kasus dengan tegas.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun, Irene Sofiya Mohd Khairool Faisal, ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri dan berlumuran darah di aula sebuah sekolah menengah di Yong Peng, Johor, pada Sabtu (3/10). Jenazah korban ditemukan oleh neneknya yang khawatir karena cucunya tidak pulang hingga pukul 17.30 waktu setempat. Kepolisian setempat segera menangani insiden tersebut dan mengamankan tiga tersangka laki-laki, semua berusia 16 tahun, hanya beberapa jam setelah penemuan jenazah.
Pada Minggu (4/10), salah satu tersangka dibawa ke Pengadilan Magistrat Johor dan ditahan selama enam hari hingga 9 Oktober. Kepala Kepolisian Johor, Ab Rahaman Arsad, menyatakan bahwa ketiga pelaku tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya. Sementara itu, status dua tersangka lainnya masih dalam proses penyelidikan. Autopsi dilakukan di Rumah Sakit Sultanah Nora Ismail, Batu Pahat, dan hasilnya menunjukkan korban mengalami sejumlah luka pada kepala dan tubuh, dengan kematian diduga terjadi di lokasi kejadian.
Kasus ini telah ditetapkan sebagai pembunuhan berdasarkan Pasal 302 KUHP Malaysia. Motif dan latar belakang kejadian masih dalam penyelidikan. Sejumlah saksi, termasuk teman sekelas korban, mengungkapkan kekagetan dan duka mendalam atas kehilangan Irene, yang dikenal sebagai remaja yang ramah dan aktif. “Kami masih bisa membayangkan wajahnya, tak pernah menyangka akan kehilangan dia begitu tiba-tiba,” ujar salah satu temannya.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan pernyataan resmi melalui media sosial, menegaskan bahwa ia telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh dan transparan terhadap kasus ini. Ia menekankan bahwa jika terbukti adanya tindak pidana, tindakan tegas harus diberlakukan sesuai hukum. Anwar juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat korban, menegaskan bahwa keselamatan anak-anak merupakan tanggung jawab bersama dan pemerintah tidak akan berkompromi dalam melindungi mereka.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Akses Internet Terbatas di Mentawai, Warga Terpaksa Tempuh Jalur Ekstrem
Warga Kepulauan Mentawai masih menghadapi keterbatasan akses internet, menyebabkan keterlambatan pesan hingga 7 jam dan ketergantungan pada layanan tidak resmi seperti Sikakap Online.
4 Oktober 2026

Siswa Prancis Demo Besar, Tuntut Peningkatan Kualitas Pendidikan
Ribuan pelajar di lebih dari 1.200 sekolah Prancis menggelar protes massal menuntut perbaikan fasilitas, penambahan guru, dan reformasi sistem pendidikan nasional.
4 Oktober 2026

Kandidat Unik Sumbang Gebrakan di Pemilu Brasil
Ratusan kandidat dengan identitas nyeleneh ikut meramaikan pemilu Brasil, menarik perhatian melalui nama dan penampilan mencolok seperti Trump, Obama, hingga badut sirkus.
4 Oktober 2026

Korea Selatan Minta Maaf Ukraina Soal Pemindahan Tawanan Perang
Korea Selatan menyerukan permintaan maaf terbuka dari Ukraina atas pengungkapan identitas dua tawanan perang Korea Utara yang dipindahkan ke Seoul, dengan peringatan risiko balasan dari Pyongyang.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru, Perkuat Kabinet Ekonomi
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Prabowo Lantik Saleh Mustafa Jadi Wamentan, Isi Posisi Kosong Sejak Sudaryono Pindah
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Aryanto Wibowo Dilantik Jadi Wakil Kepala BPKP
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Pelantikan Dua Wamenkeu Baru Perkuat Kebijakan Fiskal
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Saleh Mustafa Dilantik Jadi Wamentan dalam Reshuffle Kabinet
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Dradjad Wibowo Resmi Jabat Wamenko Perekonomian
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Irwan Meilano Jabat Wamen KKP, Dari Akademisi ITB ke Kabinet Prabowo
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.966 per Dolar AS pada Akhir Perdagangan Kamis
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.51 WITA

