Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Siswi SMP Negeri 1 Tanate Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Dinas Pendidikan Periksa Kembali

Video siswi berjilbab di Luwu menyanyikan lagu rohani Kristen viral, Dinas Pendidikan setempat segera klarifikasi kejadian dan pastikan kepatuhan aturan agama di sekolah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Siswi SMP Negeri 1 Tanate Nyanyikan Lagu Rohani Kristen, Dinas Pendidikan Periksa Kembali📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah rekaman video berdurasi 57 detik yang menampilkan sejumlah siswi SMP Negeri 1 Tanate, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, menyanyikan lagu rohani Kristen dengan serius di lingkungan sekolah, beredar luas di media sosial. Seluruh siswi dalam video mengenakan seragam sekolah lengkap dengan jilbab, menunjukkan keterlibatan aktif dalam aktivitas bernyanyi yang berisi tema keagamaan Kristen.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, menyatakan telah memulai proses klarifikasi terkait insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah pertama yang diambil adalah meminta penjelasan langsung dari kepala sekolah untuk memahami konteks kejadian secara utuh. "Kami akan meminta penjelasan dan klarifikasi dari kepala sekolah guna mengetahui secara pasti kejadiannya," ujar Palanggi saat dikonfirmasi.

Meski sudah berupaya menghubungi kepala sekolah melalui telepon, Palanggi menyebut belum berhasil mendapatkan respons. Karena itu, ia menyatakan akan melakukan kunjungan langsung ke sekolah untuk memastikan proses investigasi berjalan efektif. Ia menekankan bahwa semua temuan akan diproses sesuai aturan yang berlaku, baik jika pelanggaran terjadi secara sengaja maupun tidak disengaja.

Dinas Pendidikan menegaskan bahwa kegiatan di sekolah harus tetap memperhatikan norma agama dan keberagaman. Penyanyian lagu rohani Kristen oleh siswi berjilbab di lingkungan sekolah, meskipun dalam konteks budaya atau kegiatan seni, tetap menjadi perhatian khusus karena menyangkut keberagaman agama dan penghormatan terhadap norma keagamaan yang berlaku di lingkungan pendidikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya