Stok BBM Nasional Aman, Distribusi Jadi Fokus Utama
Kementerian ESDM menegaskan stok BBM nasional masih aman, sementara fokus utama kini adalah perbaikan distribusi yang sempat mengganggu pasokan di sejumlah daerah.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.27 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 56x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) secara nasional saat ini berada dalam kondisi aman, dengan stok BBM bersubsidi jenis Pertalite atau RON 90 mencapai rentang 16 hingga 18 hari. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa laporan dari Pertamina menunjukkan tidak ada ancaman kekurangan pasokan secara umum. Ia menegaskan bahwa kondisi ini menjadi dasar kepercayaan pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah.
Kendala utama yang muncul terjadi pada proses distribusi, terutama di wilayah terpencil seperti Bali, yang sempat menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU. Bahlil mengungkap bahwa permasalahan ini muncul akibat keterbatasan kapal pengangkut BBM dari Jawa Timur ke pulau-pulau terkait. Ia langsung menginstruksikan Pertamina untuk segera meningkatkan kapasitas armada kapal pengiriman guna mempercepat aliran BBM dan mencegah gangguan serupa di masa depan.
Upaya pemulihan telah menunjukkan hasil positif, khususnya di Bali. Pertamina Patra Niaga melaporkan bahwa distribusi kini mulai kondusif berkat penambahan pasokan melalui kapal pengangkut yang beroperasi secara bertahap pada 14 hingga 17 Oktober 2026. Dari total 57,9 juta liter BBM yang direncanakan, sekitar 19 juta liter telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis. Sisa pasokan dijadwalkan tiba dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Untuk mendukung distribusi yang lebih cepat, Pertamina menyiagakan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 awak. Terminal-terminal utama di Bali dioperasikan 24 jam nonstop, sementara 66 SPBU di Denpasar dan Badung juga dibuka selama 24 jam. Langkah ini bertujuan memperluas akses masyarakat dan mengurangi antrean. Perusahaan menegaskan bahwa upaya pemulihan akan terus dilanjutkan untuk memastikan pasokan BBM terus lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara merata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

