Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Stray Kids Pilih Tak Ikut Grammys demi Prinsip Musik Global

Boyband asal Korea Selatan, Stray Kids, memutuskan tidak mendaftarkan karya mereka ke Grammy Awards ke-69 sebagai bentuk protes terhadap kategori baru Asia yang dianggap diskriminatif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 23.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Stray Kids Pilih Tak Ikut Grammys demi Prinsip Musik Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Stray Kids secara resmi memutuskan abstain dari proses pendaftaran di Grammy Awards ke-69, menolak mendaftarkan karya musik mereka dalam ajang penghargaan musik paling bergengsi dunia. Keputusan ini diambil menyusul pengumuman Recording Academy yang tetap mempertahankan kategori Best Asian Pop Music Performance, meski sempat muncul gelombang penolakan dari berbagai pihak di industri musik global. Agensi mereka, JYP Entertainment, mengonfirmasi bahwa seluruh anggota grup memilih tidak ikut serta dalam kategori tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap prinsip kesetaraan dalam pengakuan musik internasional.

Pemilihan sikap tegas ini mengejutkan mengingat Stray Kids telah menunjukkan dominasi di pasar global, dengan delapan album yang memuncaki tangga Billboard 200—rekor terbanyak kedua bagi grup musik sepanjang sejarah. Selain itu, seluruh anggota Stray Kids merupakan anggota voting dalam Recording Academy, memberikan pengaruh langsung terhadap proses seleksi Grammy. Namun, mereka memilih untuk tidak memanfaatkan posisi itu demi menegaskan keberatan terhadap pengelompokan musik berdasarkan wilayah geografis, yang dinilai mengabaikan keberagaman dan inklusivitas dalam industri musik.

Kategori baru yang dicanangkan sejak Juni 2026, yang bertujuan memberi ruang bagi musik pop Asia seperti K-pop, J-pop, dan C-pop, justru memicu kritik tajam. Banyak pihak menilai bahwa pengelompokan tersebut secara tidak langsung mengecilkan kontribusi musisi Asia terhadap musik global dan berpotensi membatasi akses mereka ke kategori utama. Kritik ini semakin menguat setelah BTS, salah satu grup paling berpengaruh di dunia, mengumumkan mundur dari semua kategori Grammy 2027, dengan menyatakan bahwa karya musik harus dihargai tanpa batasan wilayah atau bahasa.

Kini, langkah Stray Kids menambah momentum gerakan protes terhadap mekanisme penghargaan yang dianggap tidak adil. Mereka mengikuti jejak BTS dalam menolak sistem yang dianggap memisahkan musik berdasarkan asal negara, dengan harapan agar musik Asia diterima secara utuh dalam kerangka global tanpa perlu dipisahkan secara kategoris. Pernyataan dari Hongjoong, frontman ATEEZ, yang menyatakan sebagian setuju dengan sikap BTS, menunjukkan bahwa perdebatan ini kini menyebar ke grup-grup lain, membuka ruang diskusi lebih luas tentang masa depan pengakuan musik internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya