Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Subsidi Tak Pasti, Penjualan Motor Listrik 2026 Terhambat

Ketidakpastian kebijakan subsidi pemerintah menyebabkan penjualan sepeda motor listrik di Indonesia melemah sejak awal 2026, dengan capaian hingga Agustus baru mencapai 18.900 unit.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Subsidi Tak Pasti, Penjualan Motor Listrik 2026 Terhambat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kinerja penjualan sepeda motor listrik di Tanah Air mengalami penurunan signifikan pada tahun 2026, didorong oleh ketidakpastian keberlanjutan insentif pemerintah. Hingga bulan Agustus, volume penjualan hanya mencapai sekitar 18.900 unit, jauh di bawah puncak pencapaian tahun sebelumnya. Kondisi ini disebabkan oleh keputusan konsumen yang menunda pembelian, menunggu kejelasan kebijakan subsidi yang sebelumnya sempat diperkenalkan.

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi, menjelaskan bahwa meskipun tidak ada subsidi, pasar mampu menyerap hingga 70.000 unit pada 2025. Namun, pada 2026, tren menurun terjadi karena kebijakan yang tidak konsisten. “Masyarakat menunggu kepastian, sementara industri kesulitan merancang strategi jangka panjang tanpa arahan yang jelas dari pemerintah,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi VII DPR RI.

Pemerintah sempat mengisyaratkan rencana pemberian subsidi sekitar Rp3 juta per unit pada awal 2026, termasuk melalui pernyataan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Namun, hingga September, belum ada tanda-tanda realisasi program tersebut. Keterlambatan ini memicu ketidakpercayaan di kalangan pelaku industri dan menekan momentum pertumbuhan pasar.

Untuk menghindari kegagalan serupa di masa depan, Aismoli kini aktif berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menyusun skema subsidi tahun 2027. Tujuannya adalah agar kebijakan bisa diterapkan sejak awal tahun, sehingga pelaku industri dapat merencanakan produksi dan pemasaran secara optimal tanpa terganggu oleh ketidakpastian.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya