Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Suhu Naik, Pendapatan UMKM Menurun Drastis

Studi menunjukkan kenaikan suhu global menyebabkan penurunan pendapatan UMKM hingga 14 persen akibat menurunnya produktivitas pekerja.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 12.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Suhu Naik, Pendapatan UMKM Menurun Drastis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peningkatan suhu udara akibat perubahan iklim mulai berdampak nyata terhadap kinerja ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. Penelitian terbaru yang melibatkan akademisi dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas William and Mary mengungkapkan bahwa setiap kenaikan suhu tahunan sebesar satu derajat Celsius menyebabkan penurunan pendapatan usaha rumah tangga sekitar 13 hingga 14 persen. Dampak ini tak hanya menyeret kinerja finansial, tetapi juga mengurangi efisiensi kerja secara keseluruhan.

Fokus penelitian difokuskan pada usaha rumah tangga, yang mencakup sekitar 99 persen dari total unit usaha di Tanah Air. Karena sebagian besar beroperasi tanpa fasilitas pendingin atau perlindungan lingkungan kerja, mereka sangat rentan terhadap fluktuasi suhu ekstrem. Ketika suhu melebihi ambang optimal sekitar 25–26 derajat Celsius, produktivitas mulai menurun secara signifikan. Di wilayah seperti Jabodetabek, suhu harian maksimum bahkan mencapai 36 derajat Celsius, memperparah kondisi ini.

Para peneliti menjelaskan bahwa paparan panas tinggi mengganggu fungsi fisik dan kognitif pekerja. Tubuh mengalami kelelahan lebih cepat, menyebabkan frekuensi istirahat meningkat dan kecepatan reaksi menurun. Hal ini berdampak pada akurasi kerja, terutama pada sektor padat karya seperti konstruksi, manufaktur, dan kuliner—yang menjadi penopang utama ekonomi informal. Rata-rata pendapatan per pekerja turun hingga 20 persen dalam kondisi suhu tinggi yang berkepanjangan.

Dengan temuan ini, peneliti menekankan bahwa krisis iklim bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan juga ancaman terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kelompok rentan seperti pekerja informal dan pelaku UMKM memiliki kapasitas adaptasi terbatas, sehingga rentan mengalami ketimpangan ekonomi yang membesar. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pemerintah yang responsif, termasuk fasilitas pendingin, jam kerja fleksibel, insentif finansial, serta perlindungan sosial yang mempertimbangkan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya