Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Super Car Jadi Patroli di Dubai, Tidak Hanya untuk Menakutkan

Kepolisian Dubai memperluas armada patroli mewah dengan tambahan Lamborghini Temerario, fokus pada kawasan wisata untuk meningkatkan kehadiran dan keterlibatan publik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 09.10 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
Super Car Jadi Patroli di Dubai, Tidak Hanya untuk Menakutkan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepolisian Dubai kembali menambahkan satu unit supercar terbaru ke dalam armadanya, yakni Lamborghini Temerario yang mampu mencapai akselerasi 0 hingga 100 km/jam dalam 2,7 detik dengan tenaga mencapai 920 hp. Kendaraan ini tidak hanya menjadi simbol kecepatan, tetapi juga bagian dari strategi komunikasi publik yang menekankan keterlibatan langsung antara petugas dengan masyarakat dan wisatawan. Penempatan mobil tersebut dilakukan secara khusus di area wisata dan tempat ramai, guna memperkuat citra keamanan yang responsif dan terjangkau.

Fungsi utama dari armada mewah ini jauh melampaui kemampuan mengejar pelaku kejahatan. Menurut pejabat kepolisian, kehadiran kendaraan eksotis berfungsi sebagai alat promosi citra kota sekaligus membangun rasa percaya dari publik. Brigjen Saeed Al Hajri, Direktur Departemen Investigasi Kriminal, menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan inovasi dalam pelayanan publik, di mana kehadiran polisi tidak hanya bersifat represif, tetapi juga interaktif dan inklusif.

Sebelumnya, Dubai Police telah memasukkan sejumlah kendaraan premium seperti Mercedes SL 55 AMG, GT 63 AMG, dan EQS 580 ke dalam patroli kawasan wisata. Kendaraan-kendaraan tersebut ditempatkan di sekitar Burj Khalifa, Mohammed bin Rashid Boulevard, dan JBR, terutama saat momen-momen penting seperti Hari Pariwisata Dunia. Di samping memberikan rasa aman, petugas di dalam mobil-mobil tersebut juga aktif memberikan informasi, panduan, dan bantuan langsung kepada pengunjung.

Pengembangan armada ini didorong oleh visi Ali Hassan Al Marzouqi, yang memandang mobil patroli bukan hanya sebagai alat operasional, tetapi sebagai atraksi wisata. Ia menekankan pentingnya menjadikan kepolisian sebagai bagian dari pengalaman kunjungan, bukan sekadar penegak hukum. Gagasan ini telah menghasilkan lebih dari dua miliar tayangan global dan mendapat pengakuan dari pimpinan kepolisian setempat, yang menyebut inisiatif tersebut mengubah persepsi masyarakat terhadap kehadiran aparat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya