Suzuki e Sky Resmi Meluncur di Jepang dengan Harga Lebih Terjangkau
Mobil listrik kei Suzuki e Sky diluncurkan resmi di Jepang mulai November 2026 dengan harga terendah Rp239,5 juta, lebih murah dari BYD Racco setelah subsidi pemerintah.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Suzuki secara resmi memperkenalkan mobil listrik kei pertamanya, e Sky, yang mulai dijual pada 16 November 2026 di pasar Jepang. Varian paling dasar, A, dibanderol 2,12 juta yen atau sekitar Rp239,5 juta, menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan BYD Racco yang dimulai dari 2,145 juta yen. Harga tersebut sudah termasuk pajak konsumsi 10 persen, dan mencerminkan strategi Suzuki untuk menawarkan alternatif listrik dengan biaya masuk rendah di segmen kei car.
Tiga varian e Sky tersedia, yaitu A, G, dan X, dengan kenaikan harga masing-masing 270 juta dan 315,1 juta rupiah. Dalam konteks subsidi pemerintah Jepang, perbedaan harga menjadi lebih mencolok. e Sky berhak atas subsidi 568.000 yen (Rp64,2 juta), sehingga harga bersih turun menjadi 1,552 juta yen (Rp175,3 juta). Sementara Racco hanya mendapat subsidi 150.000 yen (Rp16,9 juta), membuat harga setelah subsidi menjadi 1,995 juta yen (Rp225,3 juta), dengan selisih hingga 443.000 yen (sekitar Rp50 juta).
Secara spesifikasi teknis, e Sky mengandalkan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh, mampu menempuh jarak 310 km berdasarkan standar WLTC Jepang. Konsumsi listriknya mencapai 97 Wh/km, menjadi yang paling efisien di kelasnya. Mobil ini menggunakan sistem penggerak eAxle buatan Suzuki yang mengintegrasikan motor, inverter, dan transmisi dalam satu unit berpendingin oli. Teknologi baterai dari BYD digunakan untuk menekan biaya produksi, mendukung posisi harga kompetitif.
Dari segi dimensi, e Sky memiliki tinggi 1.625 mm dan jarak sumbu roda 2.460 mm, lebih rendah dan pendek dibanding Racco yang tingginya 1.800 mm dengan jarak sumbu roda 2.520 mm. Keduanya memiliki panjang dan lebar yang sama, yakni 3.395 mm dan 1.475 mm. Racco tersedia dalam dua varian, 200 (22,4 kWh, jarak 210 km) dan 300 (35,84 kWh, jarak 320 km), sementara e Sky hanya menawarkan satu kapasitas baterai. Suzuki menargetkan penjualan sebanyak 1.000 unit per bulan.
Pasar Indonesia juga menjadi perhatian. Suzuki telah mendaftarkan desain mobil kecil berbentuk kotak di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan nomor A00202604867, yang diduga merupakan e Sky. Meski belum ada pernyataan resmi dari Suzuki Indonesia, peluang masuk pasar tanah air terbuka lebar. Di sisi lain, BYD Racco telah dijual sejak 28 Juli 2026 di Jepang dan kini berencana mengekspor ke Sri Lanka serta Makau, dengan pesanan kumulatif yang sudah mendekati 2.000 unit.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hyundai Siap Penuhi TKDN 60% untuk Mobil Listrik 2027
Hyundai menegaskan kesiapan memenuhi target TKDN 60% mobil listrik mulai 2027 melalui infrastruktur produksi baterai dan perakitan dalam negeri.
7 Oktober 2026

Hyundai Neira Siap Meluncur sebagai EV Keluarga 7-Seater
Hyundai menegaskan peluncuran Neira sebagai mobil listrik keluarga 7-seater akan segera terwujud dalam waktu dekat, menyusul antusiasme pasar terhadap kendaraan ramah lingkungan dengan kapasitas besar.
7 Oktober 2026

Menteri dan Wamen Dapatkan Maung sebagai Mobil Dinas
Seluruh menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih akan menerima mobil dinas Pindad Maung secara bertahap, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan pengadaan sudah selesai dan pengiriman mulai dilakukan.
7 Oktober 2026

17 Kendaraan di Jakut Ditemukan Tak Lolos Uji Emisi
Sebanyak 17 kendaraan dari 43 yang diperiksa di Jalan Yos Sudarso dinyatakan tidak memenuhi standar emisi, langsung diberi teguran untuk perbaikan.
7 Oktober 2026
Berita Lainnya

Wali Kota Prancis Berdiri di Depan Demonstran Pelajar Saat Aparat Bentrok
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.24 WITA
Wali Kota Saint Denis Jadi Pelindung Demonstran Saat Kekerasan Aparat Meningkat
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.24 WITA

Rabi Haredi Israel: Pemerintahan Arab Lebih Baik untuk Wilayah Ini
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.23 WITA

Orang Tua Diminta Tanggung Jawab atas Kerusakan Akibat Aksi Pelajar Prancis
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.23 WITA

Febrie Adriansyah Didakwa Terima Uang Rp12 Miliar dari Kasus Tol Layang MBZ
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.22 WITA

Subsidi Pemerintah Tekan Biaya Haji 2027
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.22 WITA

Pemerintah Siap Atur Upah dan Jaminan Sosial Pekerja Platform Digital
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.22 WITA

Andi Azwan Sebut Ray Rangkuti Provokator Isu Pemakzulan Gibran
Rabu, 7 Oktober 2026, 23.22 WITA

