Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tabungan Ideal Usia 50 Tahun Sesuai Panduan Keuangan Global

Pakar keuangan menyarankan dana pensiun setara enam kali pendapatan tahunan saat berusia 50 tahun untuk menjamin kemandirian finansial di masa tua.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.22 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 122x dibuka
Tabungan Ideal Usia 50 Tahun Sesuai Panduan Keuangan Global📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pencapaian kemandirian finansial pada usia pensiun menjadi kenyataan jika perencanaan dimulai sejak dini. Salah satu titik penting dalam perjalanan keuangan pribadi adalah usia 50 tahun, saat seorang pekerja sebaiknya mengevaluasi kesiapan asetnya untuk menghadapi masa pensiun. Berdasarkan analisis dari lembaga manajemen aset global, target ideal tabungan pada usia tersebut adalah enam kali pendapatan tahunan, terutama bagi yang berencana pensiun penuh pada usia 67 tahun.

Angka tersebut bukan sekadar rekomendasi umum, melainkan hasil kalkulasi berbasis skenario keuangan jangka panjang. Misalnya, jika seseorang memiliki pendapatan bersih tahunan Rp 100 juta, maka dana yang seharusnya terakumulasi saat usia 50 tahun adalah Rp 600 juta. Target ini dirancang untuk menopang kebutuhan hidup selama 20 hingga 30 tahun setelah pensiun, dengan asumsi inflasi dan kenaikan biaya hidup yang terus berlangsung.

Namun, perencana keuangan bersertifikat menekankan bahwa angka tersebut bersifat acuan, bukan aturan mutlak. Kebutuhan dana pensiun sangat dipengaruhi oleh faktor pribadi seperti rencana pensiun, gaya hidup yang diinginkan, dan lokasi tinggal di masa tua. Perubahan dalam preferensi hidup, seperti memilih tinggal di daerah dengan biaya hidup rendah, dapat memengaruhi jumlah dana yang dibutuhkan secara signifikan.

Bagi mereka yang masih tertinggal dari target, diperlukan strategi koreksi yang disiplin dan realistis. Salah satu langkah utama adalah mempercepat pelunasan utang, terutama yang memberi beban bunga tinggi. Selain itu, perlu dilakukan efisiensi anggaran dengan memangkas pengeluaran non-esensial. Pemindahan tempat tinggal ke wilayah dengan biaya hidup lebih terjangkau juga menjadi pertimbangan yang masuk akal.

Dalam situasi ekstrem, tetap bekerja secara part-time atau menjalankan usaha kecil di usia lanjut bisa menjadi alternatif untuk menjaga arus kas. Meskipun bukan pilihan ideal, langkah ini dinilai sebagai respons paling praktis bagi mereka yang terlambat mempersiapkan dana pensiun. Tujuannya tetap sama: memastikan kualitas hidup tetap terjaga tanpa ketergantungan penuh pada dana pensiun atau bantuan keluarga.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya