Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Taeyang Buka Suara Soal Kabut Asap Saat Konser BIGBANG di Singapura

Angin dari Kalimantan bawa kabut asap ke Singapura saat konser BIGBANG berlangsung, menggugah perhatian Taeyang yang menyapa penonton dengan kelakar soal visibilitas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.41 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 94x dibuka
Taeyang Buka Suara Soal Kabut Asap Saat Konser BIGBANG di Singapura📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Konser BIGBANG pada 17 dan 18 Oktober 2026 di National Stadium Singapura berlangsung dalam kondisi atmosfer terganggu akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia. Suasana di venue terganggu oleh indeks polusi yang menunjukkan level tidak sehat hingga sangat tidak sehat, terutama di wilayah barat dan utara kota. Meski demikian, pertunjukan tetap berjalan sesuai jadwal tanpa penundaan.

Salah satu anggota grup, Taeyang, menyampaikan perhatian terhadap kondisi cuaca langsung dari panggung. Ia bercanda tentang kekhawatiran awal yang dirasakan, mengungkapkan kekhawatiran bahwa kabut bisa menghalangi pandangan ke penonton. “Aku sempat khawatir tidak bisa melihat wajah kalian karena kabut asap,” ujarnya dengan nada ringan, yang langsung memicu tawa dan respons antusias dari penonton.

Ia kemudian menegaskan bahwa kenyataannya, visibilitas tetap memadai, dan ia bisa melihat seluruh penonton dengan jelas. Dengan semangat tinggi, ia mengajak penonton untuk menciptakan energi yang lebih panas dari suhu lingkungan. “Meski panas di luar, aku ingin kalian bikin tempat ini lebih panas lagi,” tambahnya, menggugah semangat penonton yang hadir.

Promotor konser melakukan berbagai langkah antisipatif sebelum dan selama acara. Sehari sebelum pertunjukan, masker disediakan bagi seluruh penonton, serta air minum dan perlengkapan pertolongan pertama dipastikan tersedia. Pemantauan oleh Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) menunjukkan indeks PSI 24 jam pada hari pertama konser mencapai 130 hingga 199, sementara pada hari kedua berada pada kisaran 150 hingga 220 — menandakan kondisi sangat tidak sehat. Angin dari arah tenggara membawa asap dari Kalimantan ke Singapura, dengan asap juga terdeteksi di atas wilayah Sumatra.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya