Taeyang Buka Suara Soal Kabut Asap Saat Konser BIGBANG di Singapura
Angin dari Kalimantan bawa kabut asap ke Singapura saat konser BIGBANG berlangsung, menggugah perhatian Taeyang yang menyapa penonton dengan kelakar soal visibilitas.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.41 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 94x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Konser BIGBANG pada 17 dan 18 Oktober 2026 di National Stadium Singapura berlangsung dalam kondisi atmosfer terganggu akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia. Suasana di venue terganggu oleh indeks polusi yang menunjukkan level tidak sehat hingga sangat tidak sehat, terutama di wilayah barat dan utara kota. Meski demikian, pertunjukan tetap berjalan sesuai jadwal tanpa penundaan.
Salah satu anggota grup, Taeyang, menyampaikan perhatian terhadap kondisi cuaca langsung dari panggung. Ia bercanda tentang kekhawatiran awal yang dirasakan, mengungkapkan kekhawatiran bahwa kabut bisa menghalangi pandangan ke penonton. “Aku sempat khawatir tidak bisa melihat wajah kalian karena kabut asap,” ujarnya dengan nada ringan, yang langsung memicu tawa dan respons antusias dari penonton.
Ia kemudian menegaskan bahwa kenyataannya, visibilitas tetap memadai, dan ia bisa melihat seluruh penonton dengan jelas. Dengan semangat tinggi, ia mengajak penonton untuk menciptakan energi yang lebih panas dari suhu lingkungan. “Meski panas di luar, aku ingin kalian bikin tempat ini lebih panas lagi,” tambahnya, menggugah semangat penonton yang hadir.
Promotor konser melakukan berbagai langkah antisipatif sebelum dan selama acara. Sehari sebelum pertunjukan, masker disediakan bagi seluruh penonton, serta air minum dan perlengkapan pertolongan pertama dipastikan tersedia. Pemantauan oleh Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) menunjukkan indeks PSI 24 jam pada hari pertama konser mencapai 130 hingga 199, sementara pada hari kedua berada pada kisaran 150 hingga 220 — menandakan kondisi sangat tidak sehat. Angin dari arah tenggara membawa asap dari Kalimantan ke Singapura, dengan asap juga terdeteksi di atas wilayah Sumatra.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Konser Kanye West di GBK
Dishub DKI Jakarta menerapkan penyesuaian arus lalu lintas di sekitar GBK selama konser Kanye West, mulai malam hingga dini hari, dengan pengalihan rute dan layanan transportasi khusus.
24 Oktober 2026

Konser Kanye West di GBK Siap Digelar dengan Aturan Ketat
Konser Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno digelar pada 24 Oktober dengan jadwal masuk terpisah berdasarkan kategori tiket dan aturan ketat soal barang bawaan serta akses khusus.
23 Oktober 2026

20 Ribu Turis Asing Sambangi Jakarta untuk Konser Kanye West
Sebanyak 20.500 penonton asing dipastikan hadir di konser Kanye West di GBK, 24 Oktober 2026, menjadi acara tunggal pertama di Indonesia dari tur globalnya.
23 Oktober 2026

Lalu Lintas Padat di Senayan, Pengendara Diminta Waspadai Rekayasa
Pada 24 Oktober 2026, kawasan GBK dan Senayan diprediksi mengalami kepadatan tinggi akibat empat acara besar, termasuk Jakarta Running Festival, dengan pengalihan rute dan penyesuaian layanan Transjakarta.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

