Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Taka ONE OK ROCK Dihujat karena Dukung Ed Sheeran di Tengah Kontroversi Palestina

Vokalis ONE OK ROCK, Taka, menuai kecaman publik setelah menyampaikan dukungan terbuka kepada Ed Sheeran dalam konteks pencoretan Macklemore dari tur konser karena dukungan terhadap Palestina.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 15.47 WITA·👁 4 orang membaca· 1 hari ini · 7x dibuka
Taka ONE OK ROCK Dihujat karena Dukung Ed Sheeran di Tengah Kontroversi Palestina📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Taka, vokalis grup musik asal Jepang ONE OK ROCK, menjadi sorotan publik setelah mengunggah komentar mendukung Ed Sheeran dalam momen konser di Philadelphia, 19 September 2026. Dalam unggahannya, Taka memuji Sheeran atas keberaniannya menghadapi tekanan publik saat berada di atas panggung. Ungkapan tersebut langsung memicu reaksi keras dari sejumlah penggemar, yang menilai sikap Taka mengabaikan isu kemanusiaan serius yang dibawa Macklemore sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Israel terhadap rakyat Palestina.

Kritik memuncak ketika Taka menyebut Sheeran sebagai teman dekat, yang membuat sebagian netizen merasa bahwa dukungannya justru melemahkan posisi moral dalam konflik yang melibatkan genosida. Banyak yang menilai bahwa menyebut "teman" bukan alasan cukup untuk mengabaikan realitas kemanusiaan di Gaza. Beberapa warganet menekankan bahwa perbedaan pandangan soal musik atau gaya hidup bisa diterima, namun tidak demikian dengan isu sejenis genosida yang menimpa rakyat Palestina secara sistematis.

Menanggapi gelombang kekecewaan, Taka menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa niatnya bukan untuk mengambil posisi politik, melainkan merespons perasaan sahabatnya yang sedang menghadapi tekanan besar. Ia menegaskan bahwa dirinya menolak segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil dan anak-anak, serta tetap menghargai hak Macklemore untuk menyuarakan pandangan. Namun, ia juga menekankan bahwa Sheeran, sebagai temannya, sedang berusaha menjelaskan diri dalam situasi yang sangat sulit.

Meski demikian, pernyataan Taka justru memperkeruh polemik. Banyak netizen menilai bahwa sikapnya tetap ambigu dan terlalu fokus pada hubungan pribadi ketimbang keberpihakan terhadap korban konflik. Beberapa menyoroti bahwa Sheeran sendiri, dalam pidatonya di Philadelphia, menyebut serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai peristiwa "mengerikan", sementara menyatakan bahwa situasi di Gaza "tidak dapat dibenarkan", tanpa menyebut genosida secara eksplisit. Hal ini dilihat sebagai bentuk ketidakseimbangan dalam narasi yang disampaikan.

Kontroversi ini berdampak langsung pada tur "Loop Tour" Ed Sheeran di Amerika Serikat, di mana sejumlah artis yang seharusnya menjadi opening act memilih mundur secara kolektif sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina. Beberapa nama seperti Fineas dan Beoga juga mengungkapkan dukungan terhadap kemanusiaan dan keadilan. Dalam situasi yang memanas, Sheeran mengaku bahwa keputusan mencoret Macklemore berasal dari promotor, bukan dirinya, dan meminta maaf atas kesalahan yang mungkin dilakukan, termasuk atas pengalaman yang dialami oleh temannya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya