Telkom Perluas Infrastruktur AI di Luar Jakarta-Batam
Telkom berupaya menyeimbangkan pengembangan kecerdasan buatan di berbagai daerah, termasuk Surabaya, Solo, dan Manado, demi mendorong ekonomi digital nasional yang inklusif.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.43 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 74x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Perusahaan telekomunikasi nasional bergerak strategis dalam memperluas jangkauan infrastruktur kecerdasan buatan di luar kawasan pusat pertumbuhan seperti Jakarta dan Batam. Langkah ini bertujuan mencegah konsentrasi ekonomi digital hanya pada wilayah tertentu, sekaligus memastikan manfaat teknologi merata di seluruh Indonesia. Direktur Network Telkom Indonesia menegaskan bahwa keberhasilan ekosistem digital tidak bisa diukur dari jumlah pusat data semata, melainkan dari inklusivitas pemanfaatannya di berbagai daerah.
Dalam forum Bali Tech Week di Denpasar, pihak perusahaan menyampaikan pentingnya membangun konektivitas digital yang merata, termasuk di kota-kota strategis seperti Surabaya, Solo, dan Manado. Keberadaan jaringan berkecepatan tinggi dan infrastruktur pendukung energi menjadi kunci utama agar AI dapat diterapkan secara nyata dalam sektor industri, pemerintahan, dan kehidupan masyarakat. Pengembangan ini tak lepas dari kerja sama lintas wilayah, termasuk koneksi dari Batam ke Singapura dan Johor, yang memperkuat konektivitas digital internasional.
Namun, Telkom menekankan bahwa fokus utama tetap pada penguatan ekosistem domestik. Pembangunan pusat data dan jaringan berkapasitas besar perlu diimbangi dengan aplikasi teknologi yang relevan dengan realitas lokal. Menurut perusahaan, keberhasilan transformasi digital ditentukan oleh sejauh mana teknologi dapat menyelesaikan permasalahan nyata di berbagai daerah, bukan hanya menjadi simbol infrastruktur modern.
Tujuan jangka panjang adalah menciptakan ekonomi digital yang lebih adil, di mana setiap kota memiliki akses dan peluang untuk berkembang melalui pemanfaatan AI. Dengan pendekatan ini, Telkom berharap dapat mengurangi ketimpangan digital dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui inovasi yang tersebar secara merata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026

Microsoft Perkenalkan Layanan Berlangganan Waktu Bermain Xbox Cloud
Microsoft meluncurkan Xbox Cloud Playtime, layanan streaming game berbasis pembelian durasi waktu tanpa wajib langganan Game Pass, mulai November 2026.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

