Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Temuan Kapal Purba 4.700 Tahun Tertua di Dunia

Penemuan guci kuno di dasar laut dekat Pulau Kekova mengungkap kapal perdagangan Zaman Perunggu Awal yang tenggelam sekitar 4.700 tahun lalu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 155x dibuka
Temuan Kapal Purba 4.700 Tahun Tertua di Dunia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tim arkeolog Turki mengungkapkan penemuan arkeologis bersejarah di perairan dekat Pulau Kekova, Provinsi Antalya, yang diduga merupakan sisa-sisa kapal perdagangan paling tua di dunia. Temuan ini terjadi dalam proses penggalian bawah laut yang dimulai awal tahun ini, dengan fokus pada struktur yang diperkirakan berasal dari Zaman Perunggu Awal, sekitar 4.700 tahun silam. Meskipun sisa kayu kapal tidak terjaga, sejumlah guci keramik yang ditemukan tetap utuh dan menjadi bukti nyata aktivitas maritim kuno.

Guci-guci tersebut diyakini digunakan untuk mengangkut minyak zaitun atau anggur, menandai adanya jalur perdagangan maritim yang sudah berjalan sejak masa awal di kawasan Mediterania timur. Analisis bahan tanah liat menunjukkan bahwa wadah-wadah itu diproduksi di daerah Lembah Yordan, dengan desain serupa yang telah ditemukan di Mesir, Yunani, dan wilayah lain di Turki. Temuan ini mengonfirmasi jaringan perdagangan lintas budaya yang telah berkembang jauh sebelum zaman sejarah yang tercatat.

Salah satu guci menarik perhatian karena memiliki sembilan tanda dan dua lubang di bagian tubuhnya. Para peneliti menduga ciri khas ini menunjukkan fungsi khusus, seperti pengolahan susu menjadi mentega atau keju. Berdasarkan lokasi dan arah pergerakan arkeologis, kapal diduga sedang berlayar dari pesisir Levant menuju Hisarlik di Turki atau Pulau Kreta saat mengalami kecelakaan dan tenggelam.

Pemimpin ekspedisi, Hakan Oniz, associate professor arkeologi dari Universitas Akdeniz, mengungkapkan bahwa awalnya tim hanya menaksir usia temuan sekitar satu hingga dua abad. Namun, ketika menemukan kesamaan desain dengan amphora yang ditemukan di dekat piramida Giza, mereka kembali ke lokasi untuk melakukan eksplorasi lebih mendalam. “Ketika melihat kesamaan bentuk dengan temuan Mesir kuno, kami langsung menyadari pentingnya temuan ini,” ujarnya dalam wawancara BBC.

Penemuan ini memberikan wawasan baru mengenai kompleksitas ekonomi dan budaya di kawasan Anatolia pada masa pra-kejayaan peradaban kuno. Menurut Menteri Kebudayaan Turki, temuan ini menegaskan peran strategis wilayah tersebut sebagai pusat perdagangan maritim sejak zaman kuno, membuka jendela baru dalam pemahaman sejarah peradaban awal di kawasan Mediterania.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya