Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tentara AS Didakwa Manfaatkan Rahasia Operasi untuk Raup Keuntungan

Seorang tentara aktif Amerika Serikat didakwa federal atas dugaan menggunakan informasi rahasia operasi militer untuk memperoleh keuntungan finansial hingga US$409.881 dari pasar prediksi berbasis blockchain.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
Tentara AS Didakwa Manfaatkan Rahasia Operasi untuk Raup Keuntungan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang perwira militer aktif di Amerika Serikat kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan informasi sensitif untuk keuntungan pribadi. Ia diduga memanfaatkan data rahasia terkait operasi militer di Venezuela, khususnya yang berkaitan dengan penangkapan pemimpin negara itu, Nicolás Maduro, untuk memasang taruhan di platform prediksi online bernama Polymarket. Dakwaan menyebutkan bahwa pria tersebut menghasilkan keuntungan lebih dari US$400.000 selama periode Desember hingga Januari, dengan sekitar 13 transaksi yang dilakukan secara khusus untuk memprediksi hasil operasi militer.

Kasus ini dibuka di pengadilan federal AS, dengan jaksa federal menekankan bahwa akses terhadap informasi keamanan nasional harus dijaga secara ketat. Menurut Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, setiap personel militer wajib menjaga kerahasiaan informasi demi kelangsungan misi dan keamanan negara. Penggunaan data sensitif untuk keuntungan pribadi, terlepas dari bentuknya, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum federal dan prinsip etika militer.

Van Dyke, yang saat itu bertugas di Fort Bragg, North Carolina, diduga menyembunyikan identitasnya saat bertransaksi di Polymarket. Ia menggunakan akun anonim dan mengalihkan sebagian besar hasil keuntungan ke brankas kripto di luar negeri sebelum kemudian memindahkan dana ke akun broker daring baru. Aktivitas yang mencurigakan tersebut terdeteksi setelah muncul pola perdagangan tidak biasa terkait kontrak Maduro di platform tersebut, yang kemudian dilaporkan ke Departemen Kehakiman.

Pihak Polymarket mengonfirmasi telah mengidentifikasi pengguna yang diduga memanfaatkan informasi pemerintah rahasia dan telah bekerja sama dengan penegak hukum dalam penyelidikan. Kasus ini awalnya diproses di pengadilan federal North Carolina, namun kemudian dialihkan ke pengadilan federal Manhattan. Van Dyke dituduh dengan tiga dakwaan pelanggaran Commodity Exchange Act, satu dakwaan penipuan melalui kabel, serta satu dakwaan transaksi moneter ilegal, masing-masing membawa ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara.

Pihak Pentagon belum memberikan respons resmi, sementara Angkatan Darat AS mengarahkan pertanyaan kepada otoritas hukum terkait. Van Dyke sendiri belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan pernyataan, dan belum diketahui apakah ia telah menunjuk penasihat hukum. Sebelumnya, Amerika Serikat telah melancarkan operasi di Venezuela pada Januari, berhasil menangkap Maduro bersama istrinya, yang kini ditahan di AS dan telah menyatakan tidak bersalah atas tuduhan konspirasi narkoterorisme.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya