Tentara AS Didakwa Manfaatkan Rahasia Operasi untuk Raup Keuntungan
Seorang tentara aktif Amerika Serikat didakwa federal atas dugaan menggunakan informasi rahasia operasi militer untuk memperoleh keuntungan finansial hingga US$409.881 dari pasar prediksi berbasis blockchain.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang perwira militer aktif di Amerika Serikat kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan informasi sensitif untuk keuntungan pribadi. Ia diduga memanfaatkan data rahasia terkait operasi militer di Venezuela, khususnya yang berkaitan dengan penangkapan pemimpin negara itu, Nicolás Maduro, untuk memasang taruhan di platform prediksi online bernama Polymarket. Dakwaan menyebutkan bahwa pria tersebut menghasilkan keuntungan lebih dari US$400.000 selama periode Desember hingga Januari, dengan sekitar 13 transaksi yang dilakukan secara khusus untuk memprediksi hasil operasi militer.
Kasus ini dibuka di pengadilan federal AS, dengan jaksa federal menekankan bahwa akses terhadap informasi keamanan nasional harus dijaga secara ketat. Menurut Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, setiap personel militer wajib menjaga kerahasiaan informasi demi kelangsungan misi dan keamanan negara. Penggunaan data sensitif untuk keuntungan pribadi, terlepas dari bentuknya, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum federal dan prinsip etika militer.
Van Dyke, yang saat itu bertugas di Fort Bragg, North Carolina, diduga menyembunyikan identitasnya saat bertransaksi di Polymarket. Ia menggunakan akun anonim dan mengalihkan sebagian besar hasil keuntungan ke brankas kripto di luar negeri sebelum kemudian memindahkan dana ke akun broker daring baru. Aktivitas yang mencurigakan tersebut terdeteksi setelah muncul pola perdagangan tidak biasa terkait kontrak Maduro di platform tersebut, yang kemudian dilaporkan ke Departemen Kehakiman.
Pihak Polymarket mengonfirmasi telah mengidentifikasi pengguna yang diduga memanfaatkan informasi pemerintah rahasia dan telah bekerja sama dengan penegak hukum dalam penyelidikan. Kasus ini awalnya diproses di pengadilan federal North Carolina, namun kemudian dialihkan ke pengadilan federal Manhattan. Van Dyke dituduh dengan tiga dakwaan pelanggaran Commodity Exchange Act, satu dakwaan penipuan melalui kabel, serta satu dakwaan transaksi moneter ilegal, masing-masing membawa ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara.
Pihak Pentagon belum memberikan respons resmi, sementara Angkatan Darat AS mengarahkan pertanyaan kepada otoritas hukum terkait. Van Dyke sendiri belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan pernyataan, dan belum diketahui apakah ia telah menunjuk penasihat hukum. Sebelumnya, Amerika Serikat telah melancarkan operasi di Venezuela pada Januari, berhasil menangkap Maduro bersama istrinya, yang kini ditahan di AS dan telah menyatakan tidak bersalah atas tuduhan konspirasi narkoterorisme.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

