Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tesla Roadster Baru Tampilkan Aksi Terbang dan Melaju Terbalik

Roadster generasi baru berhasil menunjukkan kemampuan melaju terbalik, berjungkir di udara, bahkan terbang singkat melalui sistem kipas isap dan pendorong gas dingin yang dikembangkan bersama SpaceX.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 12.09 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 32x dibuka
Tesla Roadster Baru Tampilkan Aksi Terbang dan Melaju Terbalik📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Mobil listrik legendaris Tesla Roadster versi terbaru berhasil mencatatkan prestasi teknologi luar biasa saat dipamerkan di fasilitas uji SpaceX di McGregor, Texas. Dalam demonstrasi yang berlangsung malam hari, kendaraan mampu menanjak lintasan melengkung hingga bergerak terbalik, melompati deretan mobil Tesla yang sedang parkir, termasuk truk Semi, serta melakukan putaran di udara sebelum mendarat dengan stabil. Aksi ini menjadi bukti nyata inovasi sistem aerodinamika dan propulsi baru yang dikembangkan secara khusus.

Kemampuan mobil tetap menempel pada permukaan saat terbalik didukung oleh sistem kipas isap berdaya hingga 2G, yang mampu menghasilkan gaya tekan ke bawah dua kali berat mobil. Menurut pernyataan dari Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla, Lars Moravy, sistem ini bekerja bahkan saat kendaraan diam, berbeda dengan sayap konvensional yang hanya efektif saat mobil bergerak. Gaya isap ini melebihi gaya gravitasi, sehingga ban tetap menempel pada permukaan tanpa terlepas. Konsep serupa sebelumnya pernah diterapkan pada mobil McMurtry Spéirling, namun tidak mampu terbang dan mendarat secara mandiri.

Untuk aksi terbang dan manuver di udara, Roadster dilengkapi sepuluh pendorong gas dingin (cold-gas thruster) yang menggunakan prinsip serupa dengan sistem yang digunakan wahana antariksa. Sistem ini tidak melibatkan pembakaran, melainkan menyemburkan gas bertekanan melalui nosel untuk menghasilkan dorongan presisi. Teknologi ini dikembangkan bersama SpaceX dan memerlukan sistem kendali canggih agar dapat berfungsi di atmosfer bumi. Gas bertekanan disimpan dalam dua tangki berkapasitas 600 liter, dilapisi serat karbon untuk kekuatan dan efisiensi.

Tesla menegaskan bahwa setiap ruang kosong dalam kendaraan dimanfaatkan untuk menempatkan tabung bertekanan, sehingga semakin banyak gas yang disimpan, semakin besar kemampuan terbang yang dimiliki. Gas yang digunakan berasal dari udara atmosfer biasa, sehingga bisa diisi ulang saat mobil melaju. Selain untuk manuver udara, pendorong juga digunakan untuk akselerasi ekstrem: versi Thrust mampu mencapai 0-96 km/jam dalam waktu kurang dari satu detik, sementara versi Rocket dilengkapi pendorong di seluruh bodi untuk akselerasi ke depan dan ke atas.

Tesla menekankan bahwa sistem ini mengatasi batasan tradisional mobil, yaitu ketergantungan pada cengkeraman ban. Menurut perusahaan, gaya yang dihasilkan oleh pendorong mencapai 4 hingga 5 kali lipat dari daya cengkeram ban konvensional. Setelah peragaan, CEO Elon Musk memberikan komentar singkat: "Ya, ternyata berhasil," yang menjadi penutup dari demonstrasi teknologi yang mengguncang industri otomotif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya