Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Thom Haye Dikartu Merah, Indonesia Tertahan Malaysia di Laga Kunci

Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 pemain usai Thom Haye dikartu merah menit ke-37, setelah pelanggaran yang direvisi oleh VAR, membuat kans lolos ke final terancam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 23.04 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 15x dibuka
Thom Haye Dikartu Merah, Indonesia Tertahan Malaysia di Laga Kunci📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Malaysia berlangsung ketat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Senin malam (28/9/2026), dengan keputusan krusial yang mengubah alur pertandingan. Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, diberi kartu merah langsung oleh wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung Jin, pada menit ke-37, setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Malaysia, Arif Aiman. Keputusan tersebut diambil setelah peninjauan tayangan VAR, yang mengubah keputusan awal berupa kartu kuning menjadi kartu merah.

Sebelum insiden tersebut, Indonesia sempat unggul lewat gol Justin Hubner pada menit ketiga, namun gol tersebut dianulir karena wasit menganggap terjadi pelanggaran di dalam kotak penalti. Kekalahan tersebut berdampak besar terhadap strategi tim, karena kehilangan Haye membuat pertahanan dan kontrol permainan terganggu. Dengan bermain dengan 10 pemain, skuad Garuda kesulitan menjaga keseimbangan, terutama di tengah dominasi Malaysia pada babak pertama.

Timnas Malaysia memanfaatkan momentum dengan menguasai penguasaan bola sejak awal pertandingan. Meski sering melakukan tembakan dari jarak jauh, upaya mereka gagal menembus pertahanan rapat Indonesia. Kehilangan Haye sebagai penghubung serangan dan pengawal lini tengah membuat Indonesia kesulitan mengembangkan permainan ofensif. Kondisi ini memperparah tekanan, mengingat kemenangan sangat dibutuhkan untuk menjaga peluang lolos ke babak final.

Keputusan wasit yang berubah berdasarkan VAR menjadi perbincangan hangat di tengah pertandingan, menunjukkan betapa krusialnya penggunaan teknologi dalam konteks kompetisi internasional. Namun, fokus utama kini beralih ke kemampuan tim untuk bertahan dan mencari peluang di sisa waktu, meski dengan kekurangan jumlah pemain.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya