Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tidur Bersama Kucing: Aman atau Berisiko?

Tidur bersama kucing bisa memberi ketenangan, namun perlu pertimbangan kesehatan dan kebersihan untuk menghindari gangguan tidur, alergi, dan penularan penyakit.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Tidur Bersama Kucing: Aman atau Berisiko?📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Banyak pemilik kucing memilih beristirahat bersama hewan peliharaan karena merasa lebih tenang dan terlindungi. Suara napas teratur atau dengkuran kucing kerap dianggap sebagai musik pengantar tidur alami yang membantu menurunkan stres. Namun, kebiasaan ini tidak sepenuhnya bebas risiko, terutama jika tidak diimbangi dengan perawatan dan kebiasaan higienis yang tepat.

Kucing cenderung lebih aktif di malam hari, sehingga gerakannya seperti melompat, mencakar, atau bermain bisa mengganggu pola tidur manusia. Ketika aktivitas ini terjadi secara rutin, kualitas istirahat bisa menurun meski secara emosional pemilik merasa nyaman. Selain gangguan tidur, adanya bulu, dander, dan ketombe kucing juga dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif.

Risiko kesehatan lain muncul dari paparan parasit seperti kutu, caplak, atau cacing, terutama pada kucing yang sering berada di luar rumah. Hewan tersebut dapat terpapar mikroorganisme berbahaya dari hewan lain, lingkungan terbuka, atau bahkan dari kotoran yang terbawa ke dalam rumah. Kotak pasir yang tidak dibersihkan secara rutin juga menjadi tempat subur bagi bakteri dan parasit yang berpotensi menular.

Untuk meminimalkan risiko, penting untuk memastikan kucing mendapatkan pemeriksaan rutin ke dokter hewan, vaksinasi sesuai jadwal, serta pengendalian parasit yang teratur. Pemilik juga wajib menjaga kebersihan tempat tidur, termasuk seprai, sarung bantal, dan selimut, dengan mencucinya secara berkala. Jika kucing menunjukkan gejala sakit seperti batuk, diare, muntah, atau kerontokan bulu, sebaiknya tidak tidur berdekatan hingga kondisinya pulih.

Khusus bagi individu dengan sistem imun lemah atau alergi berat, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memutuskan tidur bersama kucing. Selain itu, bayi tidak boleh tidur satu ranjang dengan kucing tanpa pengawasan ketat, demi menjaga keselamatan dan kebersihan lingkungan tidur. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, tidur bersama kucing bisa menjadi kebiasaan yang menyenangkan tanpa mengorbankan kesehatan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya