Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Timah Nasional Bangkit dari Kebocoran, Keuntungan Melonjak 9 Kali Lipat

Penertiban tambang ilegal di Bangka Belitung oleh pemerintahan Prabowo Subianto mengubah nasib PT Timah, yang kini untung 900% berkat penataan tata kelola dan penegakan hukum.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 145x dibuka
Timah Nasional Bangkit dari Kebocoran, Keuntungan Melonjak 9 Kali Lipat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mencatatkan terobosan signifikan dalam pengelolaan komoditas timah nasional, dengan menutup lebih dari seribu titik penambangan ilegal di wilayah Bangka Belitung. Langkah tegas ini menjadi kunci pemulihan kinerja keuangan PT Timah Tbk, yang sebelumnya terpuruk akibat maraknya aktivitas penambangan tanpa izin di atas lahan konsesi milik perusahaan BUMN tersebut.

Sebelum penertiban, PT Timah justru berperan sebagai penampung hasil tambang dari pihak luar yang menambang secara ilegal di wilayah konsesinya sendiri. Fenomena ini menggambarkan ketidakberdayaan sistem tata kelola yang selama puluhan tahun dibiarkan tanpa penegakan hukum, sehingga BUMN produsen timah justru menjadi penadah hasil tambang dari wilayah yang seharusnya dikendalikan secara penuh.

Setelah penertiban dilakukan, kinerja PT Timah mengalami transformasi luar biasa. Pada semester pertama tahun 2026, perusahaan mencatatkan keuntungan meningkat hingga 900% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Kenaikan ini tidak hanya tercermin dari laba bersih, tetapi juga pada peningkatan kapitalisasi pasar dan volume penjualan yang kembali stabil setelah dulu terkuras akibat kebocoran pasokan ke luar negeri.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari komitmen penuh terhadap penegakan aturan dan pemulihan kedaulatan atas sumber daya alam. Ia menyebut bahwa selama puluhan tahun, penyelundupan timah dari Bangka berjalan tanpa hambatan, namun kini telah terhenti. Dengan penataan yang transparan, BUMN pun kembali menjadi aset negara yang produktif dan berkelanjutan.

Pemerintah kini terus memperluas upaya penertiban terhadap tambang ilegal di berbagai sektor, sambil melakukan reformasi struktural di tubuh BUMN untuk mencegah kebocoran anggaran dan memastikan dividen negara kembali optimal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya