Timah Nasional Bangkit dari Kebocoran, Keuntungan Melonjak 9 Kali Lipat
Penertiban tambang ilegal di Bangka Belitung oleh pemerintahan Prabowo Subianto mengubah nasib PT Timah, yang kini untung 900% berkat penataan tata kelola dan penegakan hukum.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 145x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mencatatkan terobosan signifikan dalam pengelolaan komoditas timah nasional, dengan menutup lebih dari seribu titik penambangan ilegal di wilayah Bangka Belitung. Langkah tegas ini menjadi kunci pemulihan kinerja keuangan PT Timah Tbk, yang sebelumnya terpuruk akibat maraknya aktivitas penambangan tanpa izin di atas lahan konsesi milik perusahaan BUMN tersebut.
Sebelum penertiban, PT Timah justru berperan sebagai penampung hasil tambang dari pihak luar yang menambang secara ilegal di wilayah konsesinya sendiri. Fenomena ini menggambarkan ketidakberdayaan sistem tata kelola yang selama puluhan tahun dibiarkan tanpa penegakan hukum, sehingga BUMN produsen timah justru menjadi penadah hasil tambang dari wilayah yang seharusnya dikendalikan secara penuh.
Setelah penertiban dilakukan, kinerja PT Timah mengalami transformasi luar biasa. Pada semester pertama tahun 2026, perusahaan mencatatkan keuntungan meningkat hingga 900% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Kenaikan ini tidak hanya tercermin dari laba bersih, tetapi juga pada peningkatan kapitalisasi pasar dan volume penjualan yang kembali stabil setelah dulu terkuras akibat kebocoran pasokan ke luar negeri.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari komitmen penuh terhadap penegakan aturan dan pemulihan kedaulatan atas sumber daya alam. Ia menyebut bahwa selama puluhan tahun, penyelundupan timah dari Bangka berjalan tanpa hambatan, namun kini telah terhenti. Dengan penataan yang transparan, BUMN pun kembali menjadi aset negara yang produktif dan berkelanjutan.
Pemerintah kini terus memperluas upaya penertiban terhadap tambang ilegal di berbagai sektor, sambil melakukan reformasi struktural di tubuh BUMN untuk mencegah kebocoran anggaran dan memastikan dividen negara kembali optimal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

